kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Perang Iran Bikin Trump Terjepit, Kini Minta Tolong China


Kamis, 14 Mei 2026 / 02:51 WIB
Perang Iran Bikin Trump Terjepit, Kini Minta Tolong China
ILUSTRASI. Trump butuh China redakan Iran, tapi Beijing punya kepentingan berbeda. (via REUTERS/White House)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Amerika Serikat telah menjatuhkan penalti keuangan terhadap sejumlah entitas China yang terlibat dalam penghindaran sanksi Iran, namun menurut para ahli langkah itu tidak banyak memengaruhi arus perdagangan tersebut.

Brett Erickson, managing principal di Obsidian Risk Advisors, mengatakan hal itu terjadi karena Washington tidak menarik “tuas utama”, termasuk menarget bank-bank China yang memfasilitasi perdagangan dengan Iran.

Departemen Keuangan AS, menurutnya, “tidak mau melakukan apa pun terhadap bank-bank China yang benar-benar penting”.

Tonton: Iran Ultimatum AS! Tolak Proposal Damai, Timur Tengah Terancam Meledak Lagi

Seorang sumber yang mengetahui opsi sanksi Departemen Keuangan AS mengatakan Amerika Serikat memiliki ribuan target potensial terkait keuangan ilegal China.

“Sangat mustahil menegakkan sanksi terhadap Iran tanpa menarget bank-bank China,” kata sumber tersebut, namun menambahkan pejabat AS belum diarahkan untuk menyerang institusi keuangan besar China meski ada ancaman terbaru terhadap para pembeli minyak Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada April mengirim surat peringatan kepada dua bank China yang tidak disebutkan namanya terkait peran mereka dalam memfasilitasi pembelian minyak Iran. Ia mengatakan Departemen Keuangan siap menjatuhkan hukuman, namun hingga kini belum ada tindakan lanjutan.

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, Bessent diperkirakan akan mengangkat isu itu lagi selama kunjungan Trump.

Risiko Retaliasi yang Mahal

Para ahli menilai keengganan Washington menarget sektor perbankan China disebabkan ketidakpastian terhadap potensi retaliasi.

Bahkan tindakan AS terhadap bank China kecil atau menengah bisa memicu eskalasi balas-membalas, yang membuat kedua pihak kembali ke jalur perang ekonomi, kata Edward Fishman, direktur Geoeconomics Center di Council on Foreign Relations.

Dampaknya bisa menghidupkan kembali perang dagang mahal dan tarif tiga digit yang sempat dihentikan AS dan China tahun lalu. Hal itu berpotensi merugikan Trump secara politik karena bisa memicu inflasi.

“Menjatuhkan bom di tempat strategis seperti Iran berdampak besar pada ekonomi global, tapi dampak sanksi terhadap bank BUMN besar China bisa lebih besar lagi,” kata Jim Mullinax, mantan direktur kebijakan dan implementasi sanksi di Departemen Luar Negeri AS.

Serangan terhadap bank-bank besar China juga bisa mendorong Beijing menggunakan sumber tekanan terbesarnya: mineral kritis.

China, yang memiliki hampir monopoli dalam pemurnian dan pengolahan rare earth dunia, sempat mengancam saat perang dagang tahun lalu untuk memutus pasokan mineral yang dibutuhkan industri AS, membuat pejabat Barat khawatir.

Ancaman itu kemudian mendorong kedua negara membangun “gencatan dagang” yang rapuh.

Sanksi AS tetap bisa menjadi ganjalan dalam pembicaraan pekan ini.

Beijing pada Senin mengecam sanksi AS pada Jumat terhadap tiga perusahaan berbasis China yang disebut Washington membantu operasi militer Iran.

Di luar pertimbangan ekonomi, China juga belajar dari pengalaman melihat Amerika Serikat bahwa mereka harus berhati-hati agar tidak terlalu terjerat di Timur Tengah, dan kemungkinan akan menolak permintaan agar memberi tekanan besar terhadap Iran, kata mantan Wakil Menlu AS Kurt Campbell.

“Akan sulit membuat China terlibat dalam-dalam dalam situasi apa pun. Mereka akan berhati-hati karena mereka bisa melihat adanya ‘pasir hisap politik’ seperti siapa pun,” ujarnya.

Tabel 1: Peta Kepentingan AS vs China dalam Konflik Iran

Pihak Kepentingan Utama Hambatan / Risiko
Amerika Serikat Mengakhiri perang Iran, tekan inflasi energi, jaga elektabilitas Trump Menekan China bisa memicu perang dagang baru
China Selat Hormuz terbuka untuk pasokan minyak Tidak ingin mengorbankan Iran sebagai sekutu strategis
Iran Bertahan dari tekanan AS, menjaga pengaruh regional Ketergantungan pada ekspor minyak dan dukungan China

Tabel 2: Instrumen Tekanan AS terhadap China (dan Risikonya)

Instrumen Tekanan AS Contoh Bentuk Kebijakan Risiko Jika Dijalankan
Sanksi finansial Menarget bank-bank besar China Retaliasi besar-besaran, eskalasi ekonomi
Tarif dagang Kenaikan tarif impor China Inflasi di AS, tekanan politik domestik
Blokade laut Iran Pembatasan jalur suplai Iran Gangguan energi global, harga minyak naik
Ancaman pungutan Selat Hormuz Memungut biaya lewat selat Memicu kemarahan China & negara lain




TERBARU

[X]
×