Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
Permintaan Industri Menyusut di Asia Selatan dan Tenggara
Sekitar 80% pasokan LNG Qatar ditujukan ke Asia. Pembeli yang sensitif terhadap harga, seperti Bangladesh dan India, berusaha mencari pasokan pengganti sambil beralih ke batu bara dan gas domestik.
Pakistan, yang sangat bergantung pada LNG Qatar, menerapkan sistem energi terbatas dengan “minggu kerja empat hari.” Permintaan menurun di sektor padat energi seperti pupuk dan tekstil.
Iqbal Ahmed, Chairman dan CEO Pakistan GasPort, mengatakan, “Proses pengurangan permintaan sedang terjadi.”
Di India, produksi petrokimia dan keramik juga terdampak, kata sejumlah pelaku industri.
Sementara itu, AS sebagai eksportir LNG terbesar dunia, sulit menutup kekurangan pasokan karena fasilitas ekspor hampir beroperasi penuh, dengan sebagian besar volume telah terikat kontrak jangka panjang. Seb Kennedy, analis independen di Energy Flux News, menekankan,
“Tidak ada cara mudah untuk mengganti volume yang hilang, dan tidak ada optimisasi portofolio atau pertukaran kargo yang bisa menutup celah pasokan ini. Ini pukulan signifikan terhadap keamanan energi negara-negara yang bergantung pada LNG tersebut.”
Baca Juga: Optimisme Redanya Konflik Timur Tengah Dorong Nikkei Naik, SoftBank Melonjak 6%
Pembeli LNG Asia Utara Tetap Tenang
Di sisi lain, pembeli terbesar China telah mengurangi ketergantungan pada LNG. Impor meningkat pesat selama satu dekade, sebelum Beijing beralih ke produksi gas domestik, impor pipa Rusia, dan energi terbarukan.
China diperkirakan tetap bisa menutupi kehilangan pasokan Qatar melalui gas domestik, pipa Power of Siberia, dan proyek Arctic LNG 2 Rusia.
Di pasar kurang sensitif terhadap harga seperti Jepang dan Korea Selatan, perang ini kemungkinan tidak akan mengubah rencana pengadaan gas secara signifikan.
JERA, pembeli LNG terbesar Jepang, menegaskan Qatar tetap menjadi pemasok andal.
Ryosuke Tsugaru, eksekutif JERA mengatakan, “Saya tidak berpikir fakta fundamental bahwa Timur Tengah terutama Qatar memainkan peran penting akan berubah.”












