Perdana Menteri India ke Putin: Sekarang Bukan Waktunya untuk Perang

Sabtu, 17 September 2022 | 12:32 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Perdana Menteri India ke Putin: Sekarang Bukan Waktunya untuk Perang

ILUSTRASI. Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, sekarang bukan waktunya untuk perang. REUTERS/Adnan Abidi.


KONTAN.CO.ID - SAMARKAND. Perdana Menteri India Narendra Modi mengatakan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin, sekarang bukan waktunya untuk perang, di sela-sela KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO), Jumat (16/9).

New Delhi dan Moskow memiliki hubungan lama sejak Perang Dingin, dan Rusia sejauh ini tetap menjadi pemasok senjata terbesar India.

Namun, dalam pertemuan tatap muka pertama mereka sejak pasukan Rusia menginvasi Ukraina pada Februari lalu, Modi mengatakan kepada Putin, "Yang Mulia, saya tahu hari ini bukan waktu untuk perang".

India telah menghindar dari secara eksplisit mengutuk Rusia atas invasi ke Ukraina, perang yang membuat harga minyak memyah dan komoditas dunia lainnya melonjak.

Tapi, Modi menekankan pentingnya "demokrasi dan diplomasi juga dialog" dalam pertemuan di sela-sela KTT SCO di Kota Samarkand, Uzbekistan, laporan lembaga penyiaran publik India, Doordashan menyebutkan.

Baca Juga: Vladimir Putin: Kami akan Mengakhiri Konflik di Ukraina Sesegera Mungkin

Rusia dan India akan membahas "bagaimana bergerak maju di jalan perdamaian," kata Modi, seperti dikutip Channel News Asia.

KTT SCO datang ketika pasukan Rusia menghadapi kemunduran besar di medan perang di Ukraina, dan merupakan kesempatan bagi Putin untuk menunjukkan negaranya belum sepenuhnya terisolasi meskipun ada upaya Barat.

"Saya tahu posisi Anda dalam konflik di Ukraina, kekhawatiran Anda. Kami akan melakukan yang terbaik untuk mengakhiri ini sesegera mungkin," kata Putin kepada Modi, seperti dilansir Channel News Asia.

Tetapi, Putin menambahkan, kepemimpinan Ukraina telah menolak negosiasi "dan menyatakan, mereka ingin mencapai tujuannya dengan cara militer, di medan perang".

Pada Kamis (15/9), Putin bertemu dengan Presiden China Xi Jinping dan mengakui bahwa sekutu utamanya, Beijing, juga memiliki "keprihatinan" atas konflik di Ukraina.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru