kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Peretas kembalikan sebagian token kripto yang dicuri dari PolyNetwork


Jumat, 13 Agustus 2021 / 10:30 WIB


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Peretas di balik salah satu perampokan koin digital terbesar kini telah mengembalikan hampir semua token senilai US$ 610 juta yang dicuri dari platform cryptocurrency, PolyNetwork, yang diserang awal pekan ini.

Mengutip Reuters, platform tersebut menyatakan di Twitter bahwa peretas yang dikenal sebagai White Hat merupakan peretas etis yang umumnya bertujuan untuk mengekspos kerentanan dunia maya. Peretas mengembalikan token dengan ditransfer ke dompet multi-tanda tangan yang dikendalikan oleh platform dan peretas.

Satu-satunya token tersisa yang belum dikembalikan senilai US$ 33 juta dalam bentuk stablecoin tether yang dibekukan awal minggu ini oleh perusahaan cryptocurrency Tether.

"Proses pembayaran belum selesai. Untuk memastikan pemulihan aset pengguna yang aman, kami berharap dapat menjaga komunikasi dengan White Hat dan menyampaikan informasi yang akurat kepada publik," kata PolyNetwork di Twitter.

Baca Juga: NATO dan AS kirim pesawat pengintai lebih banyak ke Laut Hitam, dekat wilayah Rusia

Seseorang yang mengaku telah melakukan peretasan mengatakan PolyNetwork menawarinya hadiah US$ 500 ribu untuk mengembalikan aset yang dicuri dan berjanji bahwa dia tidak akan bertanggung jawab atas insiden itu. Asal tahu saja, platform ini memang terus mendesak pelaku untuk mengembalikan dana sejak kasus pencurian tersebut terjadi.

Peretas yang masih belum teridentifikasi telah mengeksploitasi kerentanan dalam kontrak digital yang digunakan Poly Network untuk memindahkan aset di antara berbagai blockchain, menurut perusahaan forensik blockchain Chainalysis.

Hanya saja, para peretas mulai mengembalikan koin yang dicuri dan analis Blockchain menilai bahwa peretas mungkin merasa terlalu sulit untuk mencuci mata uang kripto yang dicuri dalam skala seperti itu.

Selain itu, para peretas juga mengatakan dalam pesan digital yang juga dibagikan oleh Elliptic bahwa mereka telah melakukan serangan hanya untuk bersenang-senang dan ingin mengekspos kerentanan sebelum orang lain dapat mengeksploitasinya dan selalu ada rencana untuk mengembalikan token.

Baca Juga: China akan atur sektor kemananan nasional dan teknologi

Sebagai informasi, pencurian PolyNetwork yang mencapai US$ 600 juta itu jauh melampaui rekor kerugian kriminal US$ 474 juta yang didaftarkan oleh seluruh sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dari Januari hingga Juli.

Pencurian tersebut menggambarkan risiko dari sektor DeFi yang sebagian besar tidak diatur. Platform DeFi memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi yang biasanya dalam mata uang kripto tanpa penjaga gerbang tradisional seperti bank atau bursa.

Selanjutnya: Pecah rekor! Peretas berhasil curi aset kripto hingga US$ 600 juta di PolyNetwork




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×