Peringatan China ke Australia: Bertindak Hati-Hati atau Menghadapi Konsekuensi Serius

Senin, 06 Juni 2022 | 20:03 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Peringatan China ke Australia: Bertindak Hati-Hati atau Menghadapi Konsekuensi Serius

ILUSTRASI. Jet tempur J-16 dari Brigade Penerbangan Angkatan Udara di bawah Komando Teater Timur PLA China lepas landas untuk latihan pertempuran udara pada 21 Februari 2021. (eng.chinamil.com.cn/foto oleh Wang Yi)

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Beijing pada Senin (6/6) memperingatkan Australia untuk "bertindak hati-hati" atau menghadapi "konsekuensi serius", setelah Canberra menuduh jet tempur China mencegat salah satu pesawat mata-matanya di atas Laut China Selatan.

Australia berargumen, hal yang biasa untuk melakukan penerbangan pengawasan di Laut Cina Selatan, sebuah wilayah yang Beijing tegaskan berada di bawah domainnya, meskipun keputusan Den Haag 2016 menolak klaim negeri tembok raksasa.

Sikap China itu telah meningkatkan ketegangan dengan Amerika Serikat dan sekutunya, yang menuntut kebebasan navigasi di Laut China Selatan.

Menteri Pertahanan Australia Richard Marles mengatakan pada Minggu (5/6), sebuah jet tempur J-16 China mencegat sebuah pesawat pengintai P-8 akhir bulan lalu, dalam sebuah manuver "berbahaya" yang membahayakan keselamatan awak Angkatan Udara Australia.

Tetapi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian membalas pada Senin (6/6), dengan mengatakan, "tidak akan pernah membiarkan negara mana pun melanggar kedaulatan dan keamanan China dengan dalih kebebasan navigasi".

Baca Juga: Kanada: Pesawat Tempur China Ganggu Pilot Kami saat Patroli di Perbatasan Korea Utara

"China sekali lagi mendesak Australia untuk sungguh-sungguh menghormati kepentingan keamanan nasional dan kepentingan inti China, bertindak dan berbicara dengan hati-hati untuk menghindari terjadinya salah perhitungan yang mengakibatkan konsekuensi serius," katanya, seperti dikutip Channel News Asia.

Insiden itu terjadi tiga bulan setelah Canberra menuduh militer China menyorotkan laser tingkat militer ke salah satu pesawat pertahanan negeri kanguru di atas perairan utara Australia, yang oleh pemerintah sebelumnya disebut sebagai "tindakan intimidasi".

Zhao mmenegaskan, militer China selalu melakukan operasi dengan cara yang "aman, standar dan profesional" sesuai dengan hukum internasional.

Pekan lalu, Kanada juga menuduh pilot China hampir menyebabkan tabrakan di udara baru-baru ini di wilayah udara internasional, ketika Kanada mengambil bagian dalam upaya untuk menegakkan sanksi PBB terhadap Korea Utara.

Kementerian Pertahanan China merespons pada Senin (6/6), bahwa pilotnya mengambil "langkah-langkah yang wajar, kuat, aman, dan profesional" dalam menanggapi "perilaku provokatif" oleh militer Kanada.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru