kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Peringatan keras! AS-China menuju konflik militer besar di Laut China Selatan


Selasa, 09 Februari 2021 / 07:28 WIB
Peringatan keras! AS-China menuju konflik militer besar di Laut China Selatan
ILUSTRASI. Seorang analis terkemuka memperingatkan bahwa AS dan China sedang menuju konflik militer besar atas Taiwan. Foto: Spesialis Komunikasi Massa Kelas 2 Markus Castaneda/Armada Ketujuh Angkatan Laut AS


Sumber: Express.co.uk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Choyleva juga menjelaskan, selain taruhan ekonomi, jika disisihkan, AS bisa kehilangan status sebagai kekuatan utama Asia-Pasifik. Dia bilang, Pemerintahan Biden sejauh ini terjebak pada garis keras Donald Trump di China.

"Ini menanggapi serangan udara provokatif dengan menyerukan Beijing untuk berhenti mengintimidasi Taiwan, dan menggambarkan hubungannya dengan Taipei sebagai 'sekuat batu'. Biden juga melanggar preseden dengan mengundang perwakilan Taiwan dari Washington ke upacara pelantikannya," paparnya.

Namun, menurut Choyleva, meski disibukkan dengan masalah di dalam negeri, Biden ingin menghindari aksi provokasi terhadap Xi Jinping atas masalah tersebut.

Baca Juga: Dekati Paracel di Laut China Selatan, militer China beri peringatan kapal perang AS

Dia menjelaskan, ujian terpenting akan terjadi jika Biden memasukkan Taiwan ke dalam KTT demokrasi yang ditetapkan untuk tahun pertama kepresidenannya.

“Mengundang Taiwan akan membuat marah Beijing dan Xi Jinping akan berada di bawah tekanan untuk menanggapi. Atas dasar rasional, konfrontasi apa pun tidak akan diizinkan untuk meningkat. Tapi risiko yang terlibat bukan hanya soal perhitungan logis," urainya seperti yang dikutip Express.co.uk.

Choyleva juga menambahkan, "Seperti yang diamati oleh sejarawan Yunani dan jenderal Thucidydes, pendorong perang adalah ketakutan, kehormatan, dan keuntungan - dan semuanya meningkat."

Selanjutnya: Mencemaskan! Terbuka kemungkinan perang nuklir antara Amerika dengan China-Rusia




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×