kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Perjalanan Warren Buffett Mengubah Berkshire Menjadi Raksasa Investasi


Minggu, 20 September 2026 / 15:45 WIB
Perjalanan Warren Buffett Mengubah Berkshire Menjadi Raksasa Investasi
Selama lebih dari enam dekade, Buffett mengubah Berkshire dari perusahaan tekstil bermasalah menjadi konglomerasi bernilai US$1 triliun. (dok./Kontan)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Warren Buffett menutup era kepemimpinannya di Berkshire Hathaway setelah lebih dari enam dekade mengubah perusahaan tekstil yang tengah kesulitan menjadi salah satu konglomerasi terbesar di dunia.

Buffett, 96 tahun, mundur dari posisi ketua dan kini menyandang gelar ketua emeritus. Ia tetap menjadi anggota dewan direksi dan masih akan memberikan pandangan kepada perusahaan, meski tidak lagi memegang tanggung jawab eksekutif.

Perjalanan Buffett di Berkshire dimulai pada 1965. Saat itu, ia mengambil alih perusahaan tekstil yang berbasis di New England setelah berselisih dengan manajemen sebelumnya. 

Upaya mempertahankan bisnis tekstil tersebut berlangsung sekitar dua dekade sebelum akhirnya ditutup pada 1985.

Baca Juga: Warren Buffett Berusia 96 Tahun, Kini Jadi Chairman Emeritus Berkshire Hathaway

Namun, kegagalan bisnis tekstil justru menjadi titik awal transformasi Berkshire. Buffett mulai mengalihkan modal perusahaan ke bisnis yang memiliki prospek lebih baik, terutama sektor asuransi.

Pada 1967, Berkshire mengakuisisi National Indemnity. Bisnis asuransi kemudian menjadi salah satu sumber modal utama Berkshire melalui premi yang dapat diinvestasikan kembali ke berbagai aset dan perusahaan.

Strategi tersebut berjalan beriringan dengan investasi pada perusahaan dengan bisnis yang relatif mudah dipahami. Berkshire mulai membeli saham Coca-Cola pada 1988 dan kemudian melakukan investasi besar di Gillette pada 1989.

Buffett juga menghadapi sejumlah krisis yang menguji perannya sebagai pemimpin. Pada 1991, ia turun langsung sebagai ketua sementara Salomon Brothers setelah skandal perdagangan mengancam keberlangsungan perusahaan sekaligus investasi Berkshire senilai US$ 700 juta.

Baca Juga: Warren Buffett Lepas Peran CEO, Sorotan Beralih ke Greg Abel di Berkshire

Memasuki akhir 1990-an, Berkshire memperluas bisnis asuransinya dengan mengambil alih GEICO dan mengakuisisi General Re. Perusahaan juga masuk lebih jauh ke sektor utilitas setelah mengambil kendali atas MidAmerican Energy pada 1999, yang kemudian menjadi Berkshire Hathaway Energy.

Strategi Buffett tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis. Pada 2006, ia berkomitmen menyumbangkan hampir seluruh saham Berkshire miliknya untuk kegiatan filantropi. 




TERBARU

[X]
×