kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.638.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.766   5,00   0,03%
  • IDX 6.441   -21,27   -0,33%
  • KOMPAS100 842   -10,21   -1,20%
  • LQ45 640   -8,13   -1,25%
  • ISSI 225   0,94   0,42%
  • IDX30 356   -4,01   -1,11%
  • IDXHIDIV20 444   -5,92   -1,32%
  • IDX80 96   -1,24   -1,27%
  • IDXV30 122   -2,51   -2,02%
  • IDXQ30 115   -1,38   -1,19%

Perjalanan Warren Buffett Mengubah Berkshire Menjadi Raksasa Investasi


Minggu, 20 September 2026 / 15:45 WIB
Perjalanan Warren Buffett Mengubah Berkshire Menjadi Raksasa Investasi
Selama lebih dari enam dekade, Buffett mengubah Berkshire dari perusahaan tekstil bermasalah menjadi konglomerasi bernilai US$1 triliun. (dok./Kontan)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Sejak itu, lebih dari separuh saham tersebut telah disumbangkan, termasuk lebih dari US$ 47 miliar kepada Gates Foundation dan lebih dari US$ 17 miliar kepada empat yayasan amal keluarga.

Saat krisis keuangan global 2008, Berkshire kembali menunjukkan kemampuannya menyediakan modal ketika pasar sedang tertekan. 

Perusahaan menginvestasikan US$ 5 miliar di Goldman Sachs pada September 2008. Tiga tahun kemudian, Berkshire kembali menanamkan US$ 5 miliar di Bank of America ketika bank tersebut menghadapi tekanan akibat akuisisi Countrywide Financial.

Berkshire juga memperbesar portofolio bisnis riilnya dengan mengakuisisi Burlington Northern Santa Fe pada 2010 senilai US$ 26,4 miliar.

Baca Juga: Warren Buffett Mundur dari Kursi Ketua Berkshire Hathaway, Digantikan Putranya

Salah satu investasi terbesar Buffett kemudian datang dari Apple. Berkshire mulai membeli saham Apple pada 2016 dengan nilai sekitar US$ 1 miliar. 

Investasi yang awalnya relatif kecil itu berkembang menjadi salah satu, bahkan kemudian menjadi kepemilikan saham terbesar Berkshire pada akhir 2025.

Setelah periode transaksi yang relatif tenang, Berkshire kembali agresif pada 2022 dengan menggelontorkan puluhan miliar dolar untuk membeli saham, termasuk Chevron, HP Inc. dan Occidental Petroleum.

Pada 2024, nilai pasar Berkshire menembus US$ 1 triliun. Capaian tersebut menjadikan Berkshire sebagai perusahaan Amerika Serikat nonteknologi pertama yang mencapai nilai pasar tersebut.

Pada 1 Januari 2026, Buffett menyerahkan posisi CEO kepada Greg Abel. Pergantian tersebut menandai berakhirnya era Buffett sebagai eksekutif Berkshire, setelah perusahaan mencatatkan imbal hasil lebih dari 6.100.000% sejak Buffett mengambil alih pada 1965.

Baca Juga: Warren Buffett Siapkan Warisan untuk Anak-Anaknya, Akhiri Donasi ke Gates Foundation

Meski Buffett tidak lagi menjadi CEO, jejak strateginya tetap melekat pada Berkshire: mengubah sumber modal dari bisnis asuransi menjadi investasi, membeli perusahaan yang dipahami, dan memanfaatkan peluang ketika pasar berada dalam tekanan.




TERBARU

[X]
×