kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Perjanjian diperpanjang, Rusia dan AS siap bekukan senjata nuklir selama satu tahun


Selasa, 20 Oktober 2020 / 23:45 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Pakta itu membatasi setiap negara memiliki tidak lebih dari 1.550 hulu ledak nuklir yang dikerahkan serta 700 rudal dan pembom yang dikerahkan, juga melakukan inspeksi di tempat untuk memverifikasi kepatuhan.

Setelah Moskow dan Washington menarik diri dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jarak Menengah 1987 pada tahun lalu, New START adalah satu-satunya kesepakatan kendali senjata nuklir yang tersisa antara kedua negara.

Rusia telah menawarkan perpanjangannya tanpa syarat apa pun. Sementara Pemerintahan Presiden Donald Trump pada awalnya mendorong perjanjian pengendalian senjata baru yang juga akan mencakup China.

Baru-baru ini, Washington mengubah pendiriannya dan mengusulkan perpanjangan satu tahun dari perjanjian 2010 tetapi mengatakan, itu harus dibarengi dengan pemberlakuan pembatasan yang lebih luas pada hulu ledak nuklir AS dan Rusia. 

Kesepakatan itu akan mencakup hulu ledak nuklir yang melekat pada senjata di medan perang. Sedang perjanjian New START hanya membatasi persenjataan nuklir strategis.

Selanjutnya: Kazan, kapal selam nuklir tercanggih Rusia yang mematikan




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×