kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45920,11   -0,67   -0.07%
  • EMAS942.000 -0,95%
  • RD.SAHAM 0.31%
  • RD.CAMPURAN 0.18%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.05%

Perkuat bisnis data center, AMD akan akuisisi Xilink Inc US$ 35 miliar


Kamis, 29 Oktober 2020 / 15:16 WIB
Perkuat bisnis data center, AMD akan akuisisi Xilink Inc US$ 35 miliar
ILUSTRASI. AMD Ryzen 5000 Series


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan semikonduktor Advanced Micro Devices Inc (AMD) akan mengakuisisi seluruh saham Xilink Inc senilai US$ 35 miliar. Langkah itu bakal meningkatkan kapasitas perusahaan ini bersaing dengan Intel Corp di pasar cip data center. 

AMD menargetkan kesepakatan akuisisi tersebut akan  rampung pada akhir 2021 dan bakal menghasilkan perusahaan gabungan dengan 13.000 engineer dan strategi manufaktur dan strategi manufaktur komplit yang selama ini sangat bergantung pada Taiwan Semiconductor Manufacturing Co Ltd (TSMC).

Kedua perusahaan Amerika Serikat (AS) akan diuntungkan dengan penjajakan yang lebih cepat itu guna segera merebut pangsa pasar Intel. AMD telah lama menjadi kompetitor utama bagi Intel untuk central processor units (CPU) dalam bisnis komputer pribadi (PC).

Baca Juga: 47 Kasus Covid-19 baru sehari di China, terburuk dalam dua bulan

Sejak Lisa Su mengambil alih posisi CEO di AM tahun 2014, ia telah fokus mengambil strategi menantang Intel dalam bisnis data center yang mendukung aplikasi dan layanan berbasis internet serta mendorong munculnya kecerdasan buatan dan telekomunikasi generasi kelima.

Xilinx juga telah bekerja untuk melakukan penetrasi di bisnis data center data dengan prosesor yang dapat diprogram yang membantu mempercepat tugas-tugas khusus seperti mengompresi video atau menyediakan enkripsi digital. Saingan utamanya di AS adalah Altera Corp yang sudah dicaplok Intel pada tahun 2015 senilai US$ 16,7 miliar. “Ada beberapa area di mana kami sangat kuat, dan kami akan dapat mempercepat beberapa adopsi produk Xilinx,” kata Su kepada Reuters, Kamis (29/10).

Su bilang, ada beberapa area dimana Xilinx memiliki kekuatan yang lebih. Sehingga AMD yakin dapat mempercepat masuknya beberapa produk perusahaan ke wilayah kekuatan Xilinx tersebut.

Ikatan keduanya terjadi di saat teknologi manufaktur Intel tertinggal bertahun-tahun di belakang TSMC. AMD, yang telah memisahkan pabriknya satu dekade lalu, telah melejit di atas Intel di bisnis cip. Keunggulan kinerja membantu AMD mendapatkan pangsa pasar terbaiknya. Jika tahun 2013 masih dibawah 20% di pasar CPU maka tahun ini sudah mencapai 79%. 

Baca Juga: Peringatan FBI: Kejahatan siber segera terjadi terhadap rumahsakit

Xilinx juga menggunakan pabrik TSMC untuk memproduksi cipnya. Keduanya menggunakan desain modular yang memungkinkan mereka menukar berbagai bagian cip untuk menghindari kemacetan atau penundaan.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, pemegang saham Xilinx akan menerima sekitar 1,7 saham biasa AMD untuk setiap saham biasa Xilinx. Xilinx dihargai senilai US$ 143 per saham berdasarkan rata-rata 10 hari untuk harga saham AMD hingga 8 Oktober atau sekitar 24,8% lebih tinggi dari harga penutupan $ 114,55 pada 26 Oktober. Pemegang saham AMD akan memiliki sekitar 74% dari perusahaan gabungan, dengan pemegang saham Xilinx memiliki 26% sisanya.

CEO AMD akan memimpin perusahaan gabungan tersebut sebagai kepala eksekutif, dengan Peng CEO Xilinx menjabat sebagai presiden yang bertanggung jawab atas bisnis Xilinx dan inisiatif pertumbuhan strategis. Perusahaan berharap kesepakatan itu menghasilkan US$ 300 juta dalam penghematan biaya.

 

Selanjutnya: Jeddah akan menjadi tuan rumah Grand Prix F1 Saudi yang pertama

 


Tag


TERBARU
Corporate Valuation Model Managing Procurement Economies of Scale Batch 5

[X]
×