kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Permintaan baja dari China bakal melonjak pasca gempa Jepang


Kamis, 17 Maret 2011 / 10:27 WIB
Permintaan baja dari China bakal melonjak pasca gempa Jepang
ILUSTRASI. Erajaya Group meresmikan iBox di Senayan City dan Pejaten Village. Erajaya berikan gratis ongkir bagi pembelian via online di tengah corona.


Reporter: Edy Can, Reuters | Editor: Edy Can

SHANGHAI. Gempa dan tsunami yang terjadi pekan lalu bakal memangkas produksi baja Jepang. Secara tidak langsung, bencana ini juga bakal meningkatkan permintaan baja dari China.

Bekas Ketua Asosiasi Baja dan Besi China, Luo Bingsheng mengatakan penurunan produksi baja Jepang juga akan mempengaruhi harga bijih besi. "Padamnya listrik di Jepang akan secara signifikan mempengaruhi produki baja dan negara tersebut akan mengurangi impor bijih besi," kata Luo, Kamis (17/3).

Dia memperkirakan, turunnya impor bijih besi akan membuat harganya semakin melorot. Selain itu, Luo mengatakan, saat rekonstruksi bencana Jepang nanti, produsen baja China akan meraih untung.

Asal tahu saja, produsen baja Jepang menunda produksi sejak Senin (14/3) setelah negara tersebut krisis tenaga listrik akibat hantaman gempa dan gelombang tsunami. Jepang merupakan produsen baja nomor dua terbesar setelah China.




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×