kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pernah Dikecewakan, Erdogan Berharap Presiden Baru AS Akan Buat Hubungan Lebih Baik


Jumat, 27 September 2024 / 13:38 WIB
ILUSTRASI. Turkish President Tayyip Erdogan. Presiden Turki Tayyip Erdogan berharap presiden AS yang baru akan membawa hubungan yang lebih baik dengan negaranya,


Sumber: Reuters | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan bahwa ia berharap presiden Amerika Serikat (AS) yang baru akan membawa hubungan yang lebih baik dengan Turki. 

Berdasarkan data penyiar Haberturk yang dikutip oleh Reuters, Turki sebelumnya telah dikecewakan oleh Partai Republik dan Demokrat di masa lalu. 

Pemilihan umum AS 2024 akan diadakan pada bulan November antara Donald Trump dari Partai Republik dan Kamala Harris dari Partai Demokrat, yang juga Wakil Presiden AS. 

Baca Juga: Skandal Mohamed Al Fayed dan Implikasinya bagi Fulham FC

Selama masa jabatannya, Donald Trump menjatuhkan sanksi kepada Turki atas pembelian senjata pertahanan Rusia.

Berbicara kepada wartawan Turki di New York sebelum meninggalkan Majelis Umum PBB, Erdogan mengatakan Turki masih ingin mendapatkan penggantian atas uang yang dikeluarkannya untuk jet tempur F-35 setelah dikeluarkan dari program jet tersebut karena pembelian Rusia.

"Harapan saya adalah siapa pun yang datang tidak membuat kita kehilangan yang akan keluar," kata Erdogan.

"Mereka semua membuat kita mengalami kekecewaan ini. Partai Republik dan Demokrat." tambah Erdogan. 

Baca Juga: Imbas Badai Helene, Maskapai Amerika Membatalkan Lebih Dari 1.000 Penerbangan




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×