kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.807.000   -30.000   -1,06%
  • USD/IDR 17.017   26,00   0,15%
  • IDX 7.092   -5,39   -0,08%
  • KOMPAS100 977   0,13   0,01%
  • LQ45 717   -1,48   -0,21%
  • ISSI 252   2,66   1,07%
  • IDX30 389   -2,31   -0,59%
  • IDXHIDIV20 489   0,39   0,08%
  • IDX80 110   0,25   0,22%
  • IDXV30 136   2,13   1,58%
  • IDXQ30 127   -0,98   -0,77%

Pertemuan Trump–Xi Diprediksi Tanpa Terobosan, Fokus Jaga Stabilitas


Senin, 09 Maret 2026 / 09:42 WIB
Pertemuan Trump–Xi Diprediksi Tanpa Terobosan, Fokus Jaga Stabilitas
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato kenegaraan di Gedung Capitol AS di Washington D.C. (via REUTERS/Kenny Holston/The New York Times)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BEIJING/WASHINGTON. Rencana kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald (AS) Trump ke China pada akhir Maret 2026 dinilai kecil kemungkinan menghasilkan terobosan besar dalam hubungan bisnis dan investasi antara kedua negara. 

Pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas hubungan ekonomi dua raksasa dunia yang sempat memanas dalam beberapa tahun terakhir.

Sejumlah sumber yang mengetahui persiapan pertemuan tersebut mengatakan, baik Washington maupun Beijing belum menunjukkan tanda-tanda kesepakatan baru yang signifikan.

Para pemimpin bisnis AS juga belum dipastikan ikut dalam delegasi resmi yang mendampingi Trump.

Baca Juga: China Beli Kedelai AS Menjelang Pertemuan Trump-Xi: Sinyal Damai Dagang?

Direktur John L. Thornton China Center di Brookings Institution, Ryan Hass, menilai ekspektasi terhadap kunjungan ini terus menyusut. “Ambisi tentang apa yang bisa dicapai dari kunjungan ini tampaknya semakin kecil dari hari ke hari,” ujarnya.

Pertemuan ini akan menjadi tatap muka pertama Trump dan Xi sejak keduanya menyepakati gencatan perang dagang pada Oktober lalu. Namun proses persiapannya dinilai tidak biasa karena dilakukan sangat mendadak. 

Beijing disebut frustrasi dengan perencanaan Washington yang baru dimulai dalam beberapa pekan terakhir, padahal kunjungan kenegaraan biasanya disiapkan berbulan-bulan.

Trump dijadwalkan mengunjungi China pada 31 Maret hingga 2 April. Meski pemerintah China belum secara resmi mengonfirmasi agenda tersebut, Menteri Luar Negeri Wang Yi mengatakan pembahasan mengenai pertemuan kedua pemimpin sudah masuk agenda diplomatik.

Baca Juga: Hasil Pembicaraan Trump-Xi Jinping: Kesepakatan TikTok Hingga Bertemu di Korsel

“Kedua pihak perlu melakukan persiapan menyeluruh agar perbedaan yang ada bisa dikelola dengan baik,” kata Wang Yi.

Sejauh ini, fokus utama pertemuan lebih pada menjaga stabilitas hubungan dagang. Pemerintah AS ingin memastikan China tetap membeli produk pertanian AS, pesawat buatan Boeing, serta memasok mineral tanah jarang yang dibutuhkan industri AS.

Di sisi lain, China berharap ada jaminan keamanan bagi investasi perusahaan-perusahaan mereka di Amerika Serikat. Permintaan ini muncul setelah Washington memaksa divestasi aplikasi video pendek TikTok di AS.

Isu tarif juga masih menjadi potensi sumber ketegangan. Bulan lalu, Mahkamah AS membatalkan tarif 10% terkait fentanyl yang sebelumnya diberlakukan Trump terhadap China.

Namun pemerintah AS memberi sinyal akan memberlakukan kembali tarif tersebut melalui dasar hukum lain.

Baca Juga: Pertemuan Bersejarah Trump-Xi di Busan: Apakah Perang Dagang Akan Reda?

Meski begitu, Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer menegaskan pertemuan puncak ini bukan ditujukan untuk memicu konflik baru. “Tujuan pertemuan ini bukan untuk bertarung soal perdagangan, tetapi menjaga stabilitas hubungan,” katanya.

Salah satu kemungkinan kesepakatan yang sedang dibahas adalah pembelian sekitar 500 pesawat berbadan sempit dari Boeing oleh China. Namun kesepakatan itu masih dinegosiasikan dan pengirimannya diperkirakan baru rampung pada dekade 2030-an karena antrean produksi Boeing yang panjang.

Dengan berbagai ketidakpastian tersebut, pertemuan Trump dan Xi diperkirakan lebih bersifat menjaga hubungan tetap stabil, ketimbang membuka babak baru kerja sama ekonomi antara dua negara dengan ekonomi terbesar di dunia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×