kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Pertumbuhan ekonomi India akan menyalip China


Senin, 11 Januari 2016 / 10:04 WIB


Reporter: Fitri Nur Arifenie | Editor: Hendra Gunawan

MUMBAI. Kondisi ekonomi India masih akan bersinar di tahun ini. Menurut laporan PwC, negara asal Taj Mahal ini mempertahankan posisinya sebagai jawara pertumbuhan ekonomi. Pada 2016, pertumbuhan ekonomi India diprediksi mencapai 7,7%.

Di antara tujuh negara berkembang seperti China, Brasil, Meksiko, Rusia, India dan Turki, India akan menjadi jawaranya. "Sedangkan ekonomi Brasil dan Rusia akan berkontraksi dan China melambat," tulis laporan PwC seperti dikutip Bloomberg.

Reformasi ekonomi yang dijalankan pemerintahan Narendra Modi akan menyalip pertumbuhan ekonomi China. Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) China paling banter diprediksi hanya 6,5 pada tahun ini. Sebab, sektor manufaktur dan ekspor masih lesu.

Salah satu kebijakan yang mendongkrak ekonomi India adalah belanja infrastruktur. "Pemangkasan suku bunga oleh bank sentral dari 8% menjadi 6,75% di tahun lalu akan mengerek konsumsi dan investasi," tambah PwC.




TERBARU

[X]
×