kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Pertumbuhan Produksi China Paling Lambat dalam 11 Bulan


Rabu, 11 Agustus 2010 / 12:00 WIB


Reporter: Barratut Taqiyyah, Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BEIJING. Tingkat produksi industri China mengalami pertumbuhan paling rendah dalam 11 bulan terakhir pada Juli lalu. Ada beberapa penyebab utamanya, yakni dilakukannya pemangkasan kredit serta menutup sejumlah pabrik agar target efisiensi energi tercapai yang dilakukan pemerintah.

Berdasarkan data yang dirilis Biro Statistik di Beijing, tingkat produksi hanya mengalami peningkatan sebesar 13,4% dibanding tahun sebelumnya. Selain itu, tingkat inflasi mencapai 3,3%, yang merupakan inflasi tercepat dalam 21 bulan terakhir.

Data yang dirilis di China ini semakin memperkuat anggapan bahwa pertumbuhan negara dengan ekonomi ketiga terbesar dunia itu semakin melamban. Turunnya permintaan dari Negeri Tirai Bambu dipastikan akan mempengaruhi perekonomian negara-negara di Asia lainnya. Sebut saja Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan.

"Pemerintah China harus hari-hati dalam menerapkan kebijakan terkait industri properti dan energi. Sebaiknya terapkan kebijakan yang tidak terlalu drastis," jelas Liu Li Gang, ekonom Australia & New Zealand Banking Group Ltd di Hongkong.




TERBARU

[X]
×