Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Seorang pejabat AS mengatakan Iran menolak tuntutan Washington untuk menghentikan seluruh pengayaan uranium, membongkar semua fasilitas pengayaan utama, serta memindahkan uranium yang telah diperkaya tinggi. Kedua pihak juga gagal mencapai kesepakatan terkait tuntutan AS agar Iran berhenti mendanai Hamas, Hizbullah, dan kelompok Houthi, serta sepenuhnya membuka selat tersebut, tambah pejabat itu.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, yang memimpin delegasi negaranya bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi, menyalahkan AS karena gagal memperoleh kepercayaan Teheran, meskipun timnya telah menawarkan “inisiatif yang berpandangan ke depan”.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian, yang membahas perundingan tersebut dalam panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, mengatakan Teheran menginginkan “kesepakatan yang seimbang dan adil”.
“Jika Amerika Serikat kembali pada kerangka hukum internasional, mencapai kesepakatan tidaklah jauh,” katanya kepada Putin, menurut laporan media pemerintah Iran.
Israel terus memborbardir Lebanon
Kantor berita semi-resmi Iran Tasnim mengatakan tuntutan AS yang “berlebihan” telah menghambat tercapainya kesepakatan. Media Iran lainnya menyebut ada kesepakatan dalam sejumlah isu, tetapi Selat Hormuz dan program nuklir Iran menjadi titik utama kebuntuan.
Meski perundingan menemui jalan buntu, tiga kapal supertanker yang penuh muatan minyak melewati Selat Hormuz pada Sabtu, berdasarkan data pelayaran, yang tampak sebagai kapal-kapal pertama yang keluar dari Teluk sejak kesepakatan gencatan senjata.
Tonton: China Diduga Kirim Senjata ke Iran, AS Bereaksi Keras! Konflik Makin Memanas
Israel terus membombardir militan Hizbullah yang didukung Iran di Lebanon, dengan menegaskan bahwa konflik tersebut tidak termasuk dalam gencatan senjata Iran-AS. Iran mengatakan pertempuran di Lebanon harus dihentikan.
Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang peluncur roket Hizbullah pada malam menuju Minggu, dan asap hitam terlihat membubung di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut.
Di desa-desa Israel dekat perbatasan, sirene serangan udara juga berbunyi, memperingatkan adanya tembakan roket yang datang dari Lebanon.













