Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan investasi milik Bill Ackman, Pershing Square Capital Management, mengusulkan aksi korporasi besar berupa merger dengan Universal Music Group (UMG) dalam upaya meningkatkan nilai perusahaan melalui pencatatan saham di Amerika Serikat.
Dalam proposal yang diumumkan Selasa, Pershing Square menawarkan skema kombinasi tunai dan saham yang menilai UMG sekitar 30,40 euro per saham—setara premi 78% dari harga penutupan terakhir di 17,10 euro. Secara keseluruhan, nilai transaksi ini mencapai sekitar 55,75 miliar euro atau setara US$64,31 miliar.
UMG, perusahaan hiburan global di balik artis papan atas seperti Taylor Swift, Billie Eilish, dan Drake, belum memberikan tanggapan resmi atas proposal tersebut.
Respons Pasar dan Investor
Saham UMG yang tercatat di Amsterdam melonjak sekitar 12% setelah kabar ini mencuat. Sementara itu, pemegang saham terbesar, Bollore Group, juga mencatat kenaikan saham sekitar 7%.
Baca Juga: Trump Ancam “Peradaban Akan Musnah Malam Ini” Jika Iran Tak Capai Kesepakatan
Analis dari ING Group menilai proposal tersebut belum mengikat dan berpotensi gagal, namun tetap penting karena memicu diskusi strategis mengenai arah bisnis UMG ke depan.
Dorong Listing di New York
Langkah Pershing Square ini muncul setelah UMG menunda rencana pencatatan saham di AS bulan lalu. Sebelumnya, Pershing telah mendorong listing di New York dengan alasan dapat meningkatkan likuiditas dan valuasi saham.
Dalam surat kepada dewan direksi UMG, Ackman memuji kinerja manajemen, tetapi menyoroti beberapa faktor yang menekan harga saham, termasuk ketidakpastian kepemilikan 18% oleh Bollore Group dan pemanfaatan neraca yang dinilai belum optimal.
Dalam skema yang diusulkan, entitas baru hasil merger akan menjadi perusahaan berbasis Nevada dan tercatat di New York Stock Exchange (NYSE).
Persaingan Industri Musik dan Tantangan AI
Seperti pesaingnya, Sony Group Corporation dan Warner Music Group, UMG menghadapi tantangan besar dalam industri musik yang semakin dipengaruhi oleh teknologi kecerdasan buatan (AI).
Sejak melantai di bursa pada 2021, saham UMG telah kehilangan hampir sepertiga nilainya. Saat ini, valuasi perusahaan diperdagangkan pada sekitar 21,8 kali laba, jauh di bawah Spotify yang mencapai sekitar 40 kali laba.
Perubahan Struktur dan Manajemen
Dalam proposal tersebut, tokoh industri hiburan Michael Ovitz direncanakan menjadi ketua dewan direksi, dengan dua perwakilan Pershing juga akan bergabung dalam jajaran direksi.
Namun, analis memperingatkan bahwa langkah ini berpotensi memicu perubahan manajemen, mengingat strategi ekspansi UMG sebelumnya berfokus pada akuisisi di pasar berkembang dengan target investasi hingga 1 miliar euro per tahun.
Baca Juga: Istanbul Tegang: Penyerang Bersenjata Serang Konsulat Israel, Dua Polisi Luka Ringan
Skema Transaksi dan Persetujuan
Berdasarkan proposal, pemegang saham UMG akan menerima total 9,4 miliar euro dalam bentuk tunai serta 0,77 saham di entitas baru untuk setiap saham yang dimiliki.
Pendanaan transaksi akan berasal dari pemegang hak SPARC milik Pershing, utang, serta hasil dari kepemilikan saham perusahaan di Spotify.
Transaksi ini masih memerlukan persetujuan dewan direksi UMG dan SPARC, serta dukungan dua pertiga pemegang saham UMG dalam rapat umum. Selain itu, persetujuan regulator juga menjadi syarat penting.
Selain Bollore Group, pemegang saham besar lainnya seperti Vivendi dan Tencent Holdings belum memberikan komentar atas rencana tersebut.
Pershing Square menargetkan transaksi ini dapat rampung pada akhir tahun, dengan saat ini memiliki sekitar 4,7% saham UMG, menjadikannya sebagai salah satu pemegang saham utama perusahaan.













