kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45670,77   -28,01   -4.01%
  • EMAS926.000 0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Perusahaan pertahanan Inggris akan dijual ke investor AS


Minggu, 22 Desember 2019 / 19:03 WIB
Perusahaan pertahanan Inggris akan dijual ke investor AS
ILUSTRASI. Perusahaan pertahanan Inggris akan dijual ke investor AS

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - LONDON. Pemerintah Inggris telah menyetujui perusahaan pertahanan Inggris Cobham diakuisisi oleh investor asal Amerika Serikat (AS) Advent International senilai US$ 5 miliar. Persetujuan diberikan setelah grup ekuitas swasta itu berkomitmen menangani masalah keamanan nasional.

Cobham merupakan perusahaan pertahanan asal Inggris yang memproduksi berbagai teknologi untuk militer dan sistem pengisian bahan bakar untuk Boeing KC-46 Pegasus yang merupakan SPBU untuk pesawat militer di udara.

Baca Juga: AS pungut tarif baru, perang dagang dengan Eropa kian membara?

Menteri Bisnis Inggris, Adrea Leadsom telah membuat kesepakatan menunda untuk meninjau penjualan Cobham. Perusahaan ini juga membuat peralatan komunikasi untuk militer dan saat ini mempekerjakan 10.000 karyawan.

"Saya meyakini bahwa janji mereka mengurangi risiko keamanan nasional diidentifikasi ke tingkat yang dapat diterima. Oleh karena itu tawaran akuisisi telah diterima dan merger bisa dilanjutkan," kata Leadsom seperti dikutip Reuters, Minggu (22/12).

Leadsom bilang, pada Selasa lalu, pemerintahan baru Perdana Menteri Boris Johnson telah memikirkan untuk menerima kesepakatan setelah Advent mengajukan beberapa tanggung jawab secara hukum, termasuk dengan memberikan ruang agar sejumlah eksekutif Inggris ada dalam jajaran direksi Cobham.

Baca Juga: Apple hingga Microsoft, lima raksasa teknologi diduga terlibat kematian pekerja anak

Advent harus memberikan pemberitahuan sebelumnya kepada Kementerian Pertahanan Inggris jika nanti berencana untuk menjual semua atau sebagian dari bisnis Cobham, dan menghormati kontrak yang ada dengan pemerintah.

Sementara seorang anggota keluarga pendiri Cobham menganggap keputusan itu sangat mengecewakan.




TERBARU

Close [X]
×