Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sejumlah perusahaan startup di Amerika Serikat (AS) rame-rame berencana melantai di bursa saham. Target dana yang hendak dihimpun juga tak kalah main-main.
Salah satunya DoorDash, penyedia aplikasi pengiriman makanan terbesar di AS. Dilansir dari Reuters, Rabu (9/12), perusahaan ini telah mematok harga penawaran saham perdananya (Initial Public Offering/IPO) US$ 102 yang membuat valuasinya mendekati angka US$ 38 miliar. Dengan harga penawaran tersebut, DoorDash bakal meraup dana segar US$ 3,37 miliar atau sekitar Rp 47,2 triliun.
IPO DoorDash yang akan digelar pekan ini akan jadi debut pasar saham AS terbesar tahun 2020. Aksi korporasi itu dilakukan perusahaan ini karena bisnis pengiriman makanan tengah mengalami lonjakan besar di tengah pandemi Covid-19.
Baca Juga: AS beri sanksi ke pejabat China, Beijing panggil petinggi Kedutaan Amerika
DoorDash bergabung dengan perusahaan Silicon Valley besar lainnya, termasuk perusahaan perangkat software Palantir Technologiest dan Snowflake Inc, memanfaatkan reli pasar saham di paruh kedua tahun ini yang dipicu stimulus dari pemerintah dan harapan atas vaksin Covid-19. Snowflake sebelum berhasil meraup dana IPO US$ 3 miliar.
Pada kuartal III 2020, DoorDash membukukan pendapatan US$ 879 juta melonjak dari US$ 239 juta pada periode yang sama tahun lalu. Didirikan tahun 2013, perusahaan ini didukung oleh Vision Fund yakni unit investasi SoftBank Group, Sequoia Capital, dan perusahaan dana investasi pemerintah Singapura.
C3.ai, perusahaan perangkat yang didirikan oleh mantan eksekutif Oracle Corp Tom Siebel, juga akan IPO di ujung tahun ini. Menurut sumber Bloomberg, perusahaan ini telah mematok harga saham IPO sebesar US$ 42, di atas harga yang ditawarkan sebelumnya sekitar US$ 36-US$ 38.
Perusahaan yang berbasis di Kota Redwood California ini menjual 15,5 juta saham. Dengan begitu, mereka akan mengumpulkan dana US$ 651 juta. Berdasarkan saham beredar yang terdaftar dalam arsipnya, perusahaan akan memiliki nilai pasar sekitar US$ 4 miliar pada $ 42 per saham.
Baca Juga: Pasokan daging babi melimpah, China alami penurunan harga konsumen dalam satu dekade
C3.ai sebelumnya mengatakan bahwa nama-nama pendukung besar termasuk salah satu mitranya, Microsoft Corp., akan memperoleh saham dalam penempatan pribadi sebagai bagian dari pencatatan. Dalam prospektus IPO disebutkan Spring Creek Capital, afiliasi dari Koch Industries, berencana untuk membeli US$ 100 juta saham biasa C3.ai. Sementara Microsoft akan membeli US$ 50 juta di antaranya dengan harga IPO.
Perusahaan aplikasi trading saham Robinhood Markets Inc juga berencana IPO, namun aksi korporasi itu ditargetkan digelar tahun depan. Sumber Reuters menyebut, perusahaan startup ini sudah menggandeng Goldman Sachs untuk membantu mempersiapkan rencana tersebut.
Untuk rencana IPO tersebut, valuasi Robinhood Markets disebut bakal dihargai di atas US$ 20 miliar. Sementara saat melakukan putaran penggalangan dana pada September 2020 lalu, nilai perusahaan ini masih dihargai sebesar US4 11,7 miliar.
Baca Juga: PBB selidiki dugaan ekspor senjata rudal anti-tank Iran ke Libya
Lonjakan valuasi itu akan menggarisbawahi pertumbuhan platform trading saham ini. Robinhood telah mempopulerkan transaksi saham di kalangan millenial dan memicu pembelian saham amatir selama pemberlakuan lockdown akibat pandemi.
Menurut dana PitchBok, Robinhood sejauh ini telah mengumpulkan pendanaan dari investor swasta lebih dari US$ 2 miliar. Para investornya antara lain Andreessen Horowitz, Sequoia, Ribbit Capital, dan beberapa selebriti seperti rapper Snoop Dogg dan aktor Jared Leto.













