kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Perusahaan telko ke-2 dan ke-3 India merger


Senin, 20 Maret 2017 / 21:28 WIB
Perusahaan telko ke-2 dan ke-3 India merger


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

MUMBAI. Perusahaan telekomunikasi India terbesar kedua dan ketiga, Vodafone dan Idea Cellular sah menandatangani kesepakatan merger hari ini, Senin (20/3). Kesepakatan ini disebut akan mengakhiri perang tarif telko di India.

Penyatuan Vodafone yang berinduk ke Inggris dan Idea akan menyatukan 400 juta pelanggan. Dengan menguasai pangsa pasar 40%, perusahaan baru hasil merger tersebut akan melangkahi penguasa pasar sebelumnya, Bharti Airtel. 

Perang tarif di India dimulai pekan lalu setelah peluncuran layanan 4G dari perusahaan Reliance Jio Infocomm, yang dibekingi taipan Mukesh Ambani. Perusahaan ni menawarkan tarif telepon dan paket data gratis pada pelanggan sampai berbulan-bulan, sejak September yang diperpanjang sampai Maret 2017.

Persaingan tak bisa dihindari. Bharti, Vodafone, dan Idea harus memangkas harga. Idea malah sudah mencatat rugi INR 3,8 miliar pada kuartal IV-2016, berbanding laba INR 915 juta di kuartal sebelumnya. 

"Kami akan saling melengkapi," kata  Chief Executive Vodafone, Vittorio Colao, dikutip Reuters, Senin (20/3). Penyatuan dua perusahaan ini ditargetkan rampung tahun 2018. 

Di perusahaan baru nanti, Vodafone akan menggenggam 45,1%. Sedangkan Aditya Birla Group, pemegang saham mayoritas Idea akan mengempit 26%. Sedangkan 28,9% lainnya akan dimiliki pemegang saham lain. 

The Independent mengatakan, Axiata juga akan menjual saham Idea dalam proses ini. AmBank dari Malaysia menyambut baik langkah Axiata, lantaran mempertimbangkan Idea kemungkinan masih menanggung rugi sampai 2018 mendatang. 




TERBARU

[X]
×