kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45789,82   1,25   0.16%
  • EMAS1.008.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.17%
  • RD.CAMPURAN 0.10%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Perusahaan vegan dari AS JUST berniat ekspansi tahun depan


Kamis, 20 Agustus 2020 / 18:58 WIB
Perusahaan vegan dari AS JUST berniat ekspansi tahun depan
ILUSTRASI. Perusahaan vegan AS akan IPO. REUTERS/Lucas Jackson/File Photo

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - CHICAGO. Saat ini di Amerika Serikat (AS) konsumsi harian rumah tangga terus meningkat di tengah pandemi Covid-19, hal ini pun membuat perusahaan rintisan telur nabati atau berbahan dasar vegan JUST optimis untuk mencetak laba operasional sebelum akhir tahun depan. Bila terwujud, pihaknya akan mempertimbangkan rencana melangsungkan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO). 

Melansir Reuters, Kamis (20/8) ekspektasi IPO perusahaan yang secara resmi disebut oleh Eat Just Inc, didorong oleh lonjakan permintaan makanan nabati. Dipimpin oleh perusahaan termasuk Beyond Meant, dan Impossible Foods, penjualan ritel makanan nabati di AS naik 11% tahun lalu menjadi US$ 5 miliar, dengan pasar telur nabati hampir tiga kali lipat menurut perusahaan riset pasar SPINS. 

JUST, perusahaan yang berbasis di San Fransisco membuat pengganti telur berbahan dasar kacang hijau yang dikemas dalam botol dan tampak seperti telur segar kocok. JUST, yang juga membuat makanan pengganti mayones, menjual produknya di beberapa toko-toko termasuk Walmart, Kroger, dan Whole Foods. 

Baca Juga: China kirim pembom ke Laut China Selatan, Vietnam: Membahayakan!

Sementara itu, Covid-19 disebut-sebut justru mendorong permintaan bahan makanan, penjualan meningkat di perusahaan makanan nabati. Beyond Meat bahkan mampu melipatgandakan penjualan ritel yang tinggi pada kuartal II 2020. 

CEO JUST Josh Tetrick mengatakan bahwa ketika pandemi mulai menyebar, dia beranggapan hal itu bakal menunda rencana perusahaan untuk go public. Tetapi, para pelanggan yang menghabiskan lebih banyak mengunci diri di rumah malah meningkatkan jumlah pembelian. 

"Hal itu membuat kita lebih mungkin untuk go public lebih cepat," katanya. Target untuk mencapai pendapatan operasional adalah beberapa waktu sebelum akhir 2021. "Begitu kami mencapai pendapatan operasional, saya akan benar-benar mulai mempertimbangkan IPO dengan tim saya dan dengan dewan direksi saya serta beberapa pemegang saham utama kami," tambahnya. 

Meski begitu, Paul Nolte dari Kingsview Wealth Management, yang beberapa kliennya memang berinvestasi di perusahaan sejenis JUST yakni Beyond Meat memang menyebut keuntungan di bisnis ini tidak bisa ditaksir secara psti. Sebabnya, perusahaan di bidang nabati ini sulit untuk tumbuh 40%-50% dalam satu tahun untuk 10 tahun ke depan, lantaran pasarnya sangat kompetitif.  "Jika salah satu dari perusahaan ini benar-benar berhasil masuk dengan keuntungan operasional. Kami akan tertarik," katanya. 

Baca Juga: Banyak toko tutup, Apple malah cetak rekor ini

Perlombaan menggenjot pendapatan pun dimulai. Tetrick mengatakan perusahaannya sedang memangkas biaya dan sedang mencari cara untuk mengekstrak lebih banyak protein dari kacang hijau, dan membeli lebih banyak kacang dari pemasoknya di Afrika Timur dan Asia sehingga dapat menegosiasikan biaya yang lebih rendah. Eat Just di sisi lain mengatakan pihaknya bisa mengharapkan peningkatan penjualan dari kesepakatan dengan perusahaan konsumen, pengecer dan pemasok telur ayam di seluruh dunia. 

Beyond Meat sebelumnya sudah lebih dulu IPO, awalnya sahamnya dijual sekitar US$ 25 per saham pada Mei 2019, kini saham tersebut sudah naik menjadi sekitar US$ 124 per saham.



TERBARU

[X]
×