kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Pesawat Rusia melakukan pendaratan darurat dekat Moskow pasca serangan burung


Kamis, 15 Agustus 2019 / 15:47 WIB
Airbus A321 milik Ural Airlines melakukan pendaratan darurat di ladang jagung


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Sebuah pesawat penumpang Rusia melakukan pendaratan darurat di sebuah ladang jagung di dekat Ibu Kota Moskow, tak lama setelah lepas landas pada hari Kamis, (15/8) setelah burung-burung tersedot ke dalam kedua mesinnya, kata perusahaan penerbangan dan agensi transportasi udara itu.

Mengutip Reuters, Airbus 321 milik Ural Airlines, dengan 233 orang di dalamnya, diserang sekawanan burung camar setelah tinggal landas. Akibatnya mesinnya terganggu dan memaksa pilot untuk mendarat di lapangan sekitar satu kilometer dari Bandara Internasional Zhukovsky, tenggara Moskow, yang kata agen Rosaviatsia.

Baca Juga: Rusia tetap berencana membuat 200 jet Sukhoi lagi meskipun mengalami kecelakaan

Pesawat itu dievakuasi dan empat orang dikirim ke rumah sakit dengan cedera ringan, kata badan tersebut. Laporan media sebelumnya mengatakan 234 orang ada di dalamnya.

“Ada pendaratan darurat di Zhukovsky. Burung masuk ke kedua mesin. Mesin dimatikan, kru melakukan pendaratan,” ujar Direktur umum Ural Airlines, Sergei Skuratov, seperti dikutip oleh kantor berita TASS.

Masalah keamanan telah menjangkiti industri penerbangan Rusia, yang telah mengalami banyak kecelakaan fatal dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga: Pesawat generasi baru Airbus kini punya sayap yang bisa mengepak




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×