kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Peternak ayam di China kesulitan pasokan pakan akibat penutupan akses jalan


Kamis, 06 Februari 2020 / 09:59 WIB
ILUSTRASI. Peternak ayam di China kesulitan pasokan pakan akibat penutupan akses jalan. KONTAN/Baihaki/30/7/2018


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menyusul krisis daging babi, peternak unggas di China sekarang dalam kesulitan karena wabah virus corona. Jutaan ayam diperkirakan akan mati dalam beberapa hari mendatang karena pakan yang sangat dibutuhkan tidak sampai tepat waktu.

Penutupan akses ke provinsi-provinsi di China telah menghantam rantai pasokan pakan ternak yang sangat dibutuhkan seperti bungkil kedelai. Ketika wabah menyebar, otoritas China telah menutup akses jalan dan bahkan menghentikan bus jarak jauh.

Baca Juga: WNI yang terinfeksi virus corona di singapura mendapat pendampingan dari KBRI

Ini akan menciptakan masalah besar di sektor peternakan. Bahkan jika pabrik lokal telah melanjutkan operasinya, masih akan lebih lama dari biasanya untuk pengiriman karena masalah logistik.

“Ini akan menciptakan masalah besar di sektor peternakan. Bahkan jika pabrik lokal telah memulai kembali operasinya, masih akan lebih lama dari biasanya untuk pengiriman karena masalah logistik (kurangnya tenaga kerja, penutupan jalan, pemeriksaan jalan),” tulis Darin Friedrichs, analis komoditas senior Asia di perusahaan INTL FCStone.

“Saya pikir di banyak daerah masalah transportasi (berdampak) pada produksi ayam. Diharapkan tidak hanya produksi Q1 tetapi Q2 akan terpengaruh,” ujar Chenjun Pan, analis senior di Rabobank, kepada CNBC.

Petani di Hubei, pusat penyebaran virus corona saat ini berada dalam situasi "sangat tertekan", asosiasi unggas Hubei menulis dalam sebuah surat kepada Asosiasi Pertanian Hewan China tingkat nasional pekan lalu.

Baca Juga: China virus toll jumps past 500 as more cases found on cruise ship off Japan

Surat itu mengatakan transportasi pada dasarnya lumpuh, dan sebagian besar peternakan skala besar akan menghadapi kekurangan pakan segera, yang akan melanda operasi.

Asosiasi Peternakan Hewan China meminta produsen pakan untuk mengirim 18.000 ton jagung dan 12.000 ton bungkil kedelai ke Hubei.

Tercatat setidaknya ada sekitar 348 juta ayam di Hubei, yang merupakan provinsi penghasil unggas terbesar keenam di Cina. Hubei, juga penghasil telur utama, menyembelih sekitar 500 juta unggas setiap tahun.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×