kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Phillip Frost: Dokter kulit menginspirasi (2)


Rabu, 11 November 2015 / 13:30 WIB


Reporter: Dea Chadiza Syafina | Editor: Tri Adi

Perjalanan hidup Phillip Frost yang cukup sulit tidak membuatnya hidup dalam keterpurukan. Pria berusia 78 tahun ini justru memiliki semangat besar untuk menjalani hidupnya. Tidak puas menjadi sarjana sastra Prancis. Ia kembali melanjutkan sekolah kedokteran. Pendidikannya di bidang kedokteran inilah yang membawanya menjadi seorang pengusaha. Berbagai perusahaan telah ia didirikan. Terakhir ia menjadi pendiri perusahaan farmasi, OPKO Health Inc.

Lahir di saat sulit membuat Phillip Frost memiliki jiwa juang cukup besar. Selain itu, pria kelahiran tahun 1936 ini sepertinya tidak pernah puas dengan kesuksesan di satu perusahaan. Ini nampak dari rentetan perusahaan farmasi yang telah dibangun dari tangannya sendiri.

Frost yang dibesarkan pada masa Perang Dunia II membuat perjalanan hidupnya sangat sulit. Dua orang saudaranya yang lebih tua 16 tahun dan 15 tahun harus bertempur di Perang Dunia II. Kedua kakaknya masing-masing bekerja di Angkatan Udara dan Angkatan Darat.

Sementara itu, orangtua Frost memiliki toko sepatu di pasar Italia, Philadelphia Selatan. Pria yang kini berusia 78 tahun ini menghabiskan masa kecil tinggal di toko sepatu.

Saat usianya 13 tahun, Frost tidak hanya menghabiskan waktunya untuk sekolah dan bermain. Ia juga bekerja di sebuah toko perkakas. Pekerjaan pertama tersebut dilakukan seusai sekolah.

Setelah lulus sekolah, Frost kemudian pergi ke Prancis untuk melanjutkan kuliahnya di University of Paris atau yang sekarang dikenal dengan Sorbonne University. Ia belajar di sana pada tahun 1955-1956. Tapi sepertinya, Frost tidak betah tinggal jauh dari keluarganya. Ia memutuskan untuk keluar dari kuliahnya. Frost memilih untuk pulang ke rumahnya dan mendaftar kuliah di Universitas Pennsylvania mengambil jurusan sastra Prancis.

Frost berhasil lulus pada tahun 1957. Ketika mengejar gelar bachelor degree di Universitas Pennsylvania, Frost menderita kutil di sikunya. Ia kemudian menemui seorang dokter kulit alias dermatologis untuk menyembuhkan penyakitnya itu.

Dari pertemuan dengan seorang dokter kulit tersebut, Frost terinspirasi untuk menjadi seorang dermatologis. Tapi sayangnya, ia tidak mempunyai dana untuk membiayai kuliah. Keberuntungan berpihak kepadanya. Dia mendapatkan beasiswa penuh untuk kembali kuliah di Albert Einstein College of Medicine, New York. Pada tahun 1961, Frost merampungkan kuliah kedokterannya.

Lulus menjadi seorang dokter kulit, ia melanjutkan kariernya menjadi dokter di National Cancer Institute, US Public Health Service di tahun 1963-1965. Di sana, Frost menjabat sebagai Letnan Komandan. Di tahun 1966, Frost bergabung di School of Medicine sebagai pengajar hingga usianya mencapai 36 tahun.

Selama mengabdi di University of Miami, Frost menemukan sebuah perangkat biopsi yang bisa dipakai di dalam dan luar ruangan. Penemuan Frost tersebut rupanya memiliki nilai komersial meski masih kecil.

Ia pun mulai menimbang-nimbang membisniskan temuannya di bidang farmasi  tersebut. Sembari berpraktik dokter, Fros pun merintis usaha.

Pada 1972, Frost mendirikan perusahaan pertama dengan nama Key Pharmaceuticals. Perusahaan tersebut didirikan bersama sahabatnya, Michael Jaharis. Meski seorang dokter, namun karena lahir dari keluarga pedagang cukup mengasah insting bisnisnya.

Di awal-awal merintis usaha farmasi, Frost tetap masih melayani pasien sebagai dokter kulit di Mt Sinai Medical Center. Ia baru melepas kariernya sebagai dokter pada tahun 1990 dan fokus ke bisnis yang didirikannya saat itu yakni IVAX Corporation.

Kini Frost memiliki satu perusahaan sendiri yakni OPKO Health Inc yang dikelola sendiri. Sedangkan, Key Pharmaceuticals dan IVAX telah dijual kepada perusahaan strategi. Dari situlah kekayaannya terkumpul.

Tak hanya itu, Frost juga berinvestasi di beberapa perusahaan. Frost memiliki 19% saham ChromaDex sertas Coconut Grove Bank, bank tertua di Florida.      

(Bersambung)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×