CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pidato perpisahan, Trump desak doa untuk pemerintahan baru tanpa sebut nama Biden


Rabu, 20 Januari 2021 / 06:22 WIB
Pidato perpisahan, Trump desak doa untuk pemerintahan baru tanpa sebut nama Biden
ILUSTRASI. Donald Trump, dalam pidato perpisahan yang dirilis pada Selasa (19/1/2021), mendesak doa untuk pemerintahan baru Presiden AS terpilih Joe Biden. REUTERS/Carlos Barria 


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump, dalam pidato perpisahan yang dirilis pada Selasa (19/1/2021), mendesak doa untuk pemerintahan baru Presiden AS terpilih Joe Biden. Akan tetapi dia menolak untuk mengakui penggantinya dari Partai Demokrat.

"Minggu ini, kita akan meresmikan pemerintahan baru dan berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga keamanan dan kemakmuran Amerika," kata presiden Republik dalam pernyataan video itu. “Kami menyampaikan harapan terbaik kami, dan kami juga ingin mereka beruntung - ini kata yang sangat penting.”

Melansir Reuters, Trump telah menolak untuk menawarkan konsesi penuh kepada Biden, yang memenangkan pemilu 3 November dengan 306 suara dari Electoral College dibandingkan dengan 232 suara untuk Trump. 

Trump akan meninggalkan Gedung Putih tanpa bertemu dengan Biden sebelum pelantikan Demokrat pada hari Rabu. Sebaliknya, dia berencana untuk terbang ke Florida, di mana dia diprediksi akan tinggal di wilayah tersebut setelah masa jabatannya di Gedung Putih berakhir.

Baca Juga: Hari ini Joe Biden dilantik jadi Presiden AS, ini tugas berat yang harus diselesaikan

Trump berkampanye dengan janji untuk "Membuat Amerika Hebat Lagi" tetapi meninggalkan jabatannya dengan 400.000 orang meninggal karena virus corona, ekonomi yang berjuang dari pandemi, dan hubungan tegang dengan sekutu utama AS.

"Bahaya terbesar yang kita hadapi adalah hilangnya kepercayaan pada diri kita sendiri, hilangnya kepercayaan pada kebesaran nasional kita. Amerika bukanlah bangsa berjiwa jinak pemalu yang perlu dilindungi dan dilindungi dari mereka yang tidak setuju dengan kita,” kata Trump seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Jadi Presiden AS ke-46, Joe Biden dihadapkan bencana yang belum pernah terjadi

Trump telah bersembunyi di Gedung Putih selama minggu-minggu terakhir masa jabatannya, terguncang setelah pecahnya kerusuhan oleh para pendukungnya di Gedung Capitol yang menewaskan lima orang, termasuk seorang petugas Kepolisian Capitol.




TERBARU

[X]
×