Planet yang Jauh Ini Dianggap Mirip Bumi, Kemungkinan Punya Lapisan Ozon Serupa

Senin, 31 Januari 2022 | 11:11 WIB Sumber: CNET
Planet yang Jauh Ini Dianggap Mirip Bumi, Kemungkinan Punya Lapisan Ozon Serupa

ILUSTRASI. Planet yang Jauh Ini Dianggap Mirip Bumi, Kemungkinan Punya Lapisan Ozon Serupa


KONTAN.CO.ID - Planet yang jauh ini dianggap mirip dengan Bumi, punya lapisan Ozon serupa. Apa itu lapisan Ozon? Kenapa planet yang lokasinya jauh ini bisa dianggap mirip Bumi?

Para ilmuwan belum lama ini mengungkapkan fakta menarik dari sebuah planet yang jauh dari Bumi yang mengorbit salah satu bintang terpanas di alam semesta, HD 133112. Dikutip dari Cnet, planet ekstrem bernama WASP-189b ini memiliki kemiripan dengan Bumi karena faktor ini.

Sayangnya, planet ini mungkin tidak layak untuk disebut sebagai tempat tinggal. Bagaimana tidak? WASP-189b berada pada suhu 5.792 derajat Fahrenheit (3.200 derajat Celcius). 

Eksoplanet atau planet luar surya yang terik ini diketahui terbuat dari gas dan berukuran sekitar 1,5 kali Jupiter.

Pertama kali ditemukan tahun 2018, para ilmuwan mengungkapkan bahwa ada alasan masuk akal bahwa planet WASP-189b tidak seperti planet yang kita huni ini. Namun, dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada hari Kamis (27/01/2022) di jurnal Nature Astronomy mengungkapkan bahwa tim peneliti punya cara menghubungkan planet tersebut dengan Bumi sebagai kerabat.

Baca Juga: Ilmuwan Menggunakan AI Demi Menemukan Lebih Dari 300 Ribu Meteorit di Antartika

Bumi memiliki lapisan atmosfer yang disebut troposfer. Lapisan ini dimulai dari permukaan laut dan menyimpan satu ton uap air. Di atasnya, masih ada lagi yang kita kenal stratosfer, rumah bagi lapisan ozon yang melindungi makhluk hidup di Bumi dari radiasi ultraviolet matahari.

Berikut definisinya, lapisan Ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 20-35 km di atas Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon.

"Di masa lalu, para astronom sering berasumsi bahwa atmosfer planet ekstrasurya ada sebagai lapisan seragam dan mencoba memahaminya seperti itu," kata Jens Hoejimakers, seorang astrofisikawan di Universitas Lund sekaligus rekan penulis studi terkait.

Setelah menganalisis WASP-189b, dengan mengukur cahaya bintang yang melewati atmosfer planet ekstrasurya dengan spektograf HARPS di La Silla Obervatory di Chili, Hoejimakers dan rekan peneliti menemukan tanda kimia unik. Fakta ini berhasil menggebrak pengetahuan tentang planet.

Menurut penelitian tersebut, atmosfer planet luar surya yang jauh ini mungkin memiliki lapisan seperti Bumi.

Ilustrasi Planet Ekstrasurya WASP-189b

"Gas-gas di atmosfernya menyerap sebagian cahaya bintang, mirip dengan ozon yang menyerap sebagian sinar matahari di Bumi," kata Bibiana Prinoth, astrofisikawan di Universitas Lund sekaligus penulis utama dalam studi ini.

"Dengan demikian, meninggalkan 'sidik jari' yang khas," tambahnya dalam sebuah pernyataan dikutip dari Cnet.

Planet WASP-189b memancarakn sinyal besi, kromium, vanadium, magnesium, dan mangan. Namun ada beberapa faktor yang merubah 'sidik jari' dari gas yang sebelumnya telah diperkirakan. Menurut Prinoth, angin kencang dan proses lainnya dapat menghasilkan perubahan tersebut.

Mirip dengan cara uap air dan ozon Bumi yang dipengaurhi secara berbeda oleh proses alami karena lapisan atmosfer. Dan inilah yang mengisyaratkan adanya lapisan di planet ekstrasurya WAWSP-189b juga.

Baca Juga: Sentry-II Milik NASA Dapat Memantau Lebih Dari 3000 Asteroid Berbahaya di Dekat Bumi

Tetapi tunggu dulu, masih ada lagi. Tim peneliti juga menemukan sisa-sisa titanium oksida di perisa atmosfer WASP-189b. 

"Titanium oksida menyerap radiasi gelombang pendek, seperti radiasi ultraviolet," ujar Kevin Heng, seorang astrofisikawan di Universitas of Bern dan rekan penulis studi tersebut.

"Deteksinya dapat menunjukkan lapisan di atmosfer WASP-189-b yang berinteraksi dengan iradiasi bintang mirip dengan bagaimana lapisan ozon di Bumi." tambahnya.

Dari situlah dapat disimpulkan kemungkinan WASP-189b memiliki lapisan ozonnya sendiri.

"Hasil kami menunjukkan bahwa atmosfer planet gas raksasa yang disinari secara intens ini memiliki struktur tiga dimensi yang kompleks," kata Hoejimakers yang membahas bagaimana hasil makalah baru dapat menentukan cara atmosfer planet ekstrasurya dapat diteliti di masa depan.

Menarik, ya? Ternyata masih ada kerabat Bumi di luar sana, meskipun suhunya begitu ekstrem dan memiliki ukuran 1,5 kali Jupiter.

Editor: Arif Budianto

Terbaru