kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

PLTN Jepang meledak, radiasi zat radioaktif masih aman


Senin, 14 Maret 2011 / 12:09 WIB
ILUSTRASI. Petugas masuk kedalam Pos Pemantauan virus COVID-19 di ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020). Pos pemantauan tersebut dibuka untuk masyarakat yang ingin berkonsultasi apabila mengalami gejala terjangkit virus


Reporter: Edy Can, Reuters | Editor: Edy Can

TOKYO. Ledakan yang baru terjadi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi unit 3 tidak menimbulkan kebocoran zat radioaktif. Juru bicara pemerintah Jepang Yukio Edano memastikan ledakan gas hidrogen yang terjadi tidak merusak pelindung reaktor nuklir.

Badan keselamatan nuklir Jepang mengatakan, setelah 40 menit ledakan itu terjadi tingkat radiasi di pembangkit unit 3 tersebut sekitar seperlimapuluh dari kadar yang diperkenankan bagi kesehatan manusia. Namun, akibat ledakan itu enam pekerja cedera.

Asal tahu saja, PLTN Fukushima Daiichi yang dipeoperasikan Tokyo Electric Power Co, meledak untuk kedua kalinya. Sebelumnya, unit 1 meledak pada Sabtu (12/3) lalu. Ledakan itu menimbulkan kebocoran zat radioaktif.

Pemerintah Jepang telah mengevakuasikan sebanyak 180.000 penduduk yang tinggal di sekitar PLTN tersebut. Mereka juga telah meningkatkan batas radiasi menjadi 20 kilometer.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×