kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.713   5,00   0,03%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

PLTN Jepang meledak, radiasi zat radioaktif masih aman


Senin, 14 Maret 2011 / 12:09 WIB
ILUSTRASI. Petugas masuk kedalam Pos Pemantauan virus COVID-19 di ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Rabu (4/3/2020). Pos pemantauan tersebut dibuka untuk masyarakat yang ingin berkonsultasi apabila mengalami gejala terjangkit virus


Reporter: Edy Can, | Editor: Edy Can

TOKYO. Ledakan yang baru terjadi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi unit 3 tidak menimbulkan kebocoran zat radioaktif. Juru bicara pemerintah Jepang Yukio Edano memastikan ledakan gas hidrogen yang terjadi tidak merusak pelindung reaktor nuklir.

Badan keselamatan nuklir Jepang mengatakan, setelah 40 menit ledakan itu terjadi tingkat radiasi di pembangkit unit 3 tersebut sekitar seperlimapuluh dari kadar yang diperkenankan bagi kesehatan manusia. Namun, akibat ledakan itu enam pekerja cedera.

Asal tahu saja, PLTN Fukushima Daiichi yang dipeoperasikan Tokyo Electric Power Co, meledak untuk kedua kalinya. Sebelumnya, unit 1 meledak pada Sabtu (12/3) lalu. Ledakan itu menimbulkan kebocoran zat radioaktif.

Pemerintah Jepang telah mengevakuasikan sebanyak 180.000 penduduk yang tinggal di sekitar PLTN tersebut. Mereka juga telah meningkatkan batas radiasi menjadi 20 kilometer.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×