kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

PM Thailand Berharap Pemerintahan Baru Bisa Dibentuk Pekan Depan


Sabtu, 28 Maret 2026 / 14:45 WIB
PM Thailand Berharap Pemerintahan Baru Bisa Dibentuk Pekan Depan
ILUSTRASI. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul (REUTERS/Patipat Janthong)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BANGKOK. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan bahwa ia berharap Thailand akan memiliki pemerintahan baru pada pekan depan. Menurut rencana, daftar anggota kabinet baru akan diajukan untuk mendapat persetujuan kerajaan pada Senin (30/3/2026) pekan depan.

Mengutip Reuters, Sabtu (28/3/2026), Anutin dalam konferensi pers mengatakan bahwa pemerintahan baru akan bergerak cepat untuk menyampaikan pernyataan kebijakan kepada parlemen, sehingga dapat segera memulai pekerjaannya.

Wakil ketua partai Siripong Angkasakulkiat mengatakan kepada Reuters bahwa pernyataan kebijakan tersebut diperkirakan akan dikeluarkan sekitar tanggal 7-9 April, dan sebagian besar akan didasarkan pada janji-janji pemilihan Partai Bhumjaithai pimpinan Anutin, termasuk fase selanjutnya dari skema subsidi konsumen.

Baca Juga: Menlu AS Rubio Prediksi Operasi Militer di Iran Selesai dalam Hitungan Minggu

Anutin meminta maaf kepada publik atas kekacauan yang disebabkan oleh cara pengelolaan harga minyak pada paruh pertama bulan Maret.

Ia mengatakan, pemerintah awalnya mempertahankan harga tetap selama 15 hari untuk mencoba meringankan beban masyarakat, tetapi karena perang di Timur Tengah terus berlanjut, maka pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang lebih tepat untuk mengurangi dampaknya.

Pemerintah telah menghentikan pembatasan harga minyak dan berencana untuk memotong pajak minyak, bersama dengan langkah-langkah dukungan lainnya, untuk mengurangi dampak kenaikan harga minyak.

Skema subsidi konsumen akan diluncurkan setelah pemerintahan baru terbentuk, kata pejabat Kementerian Keuangan Lavaron Sangsnit.

Anutin meminta masyarakat untuk tidak panik, dengan mengatakan bahwa pasokan bahan bakar domestik tetap mencukupi dan bahwa mengakhiri pembatasan harga minyak tidak berarti pasar bebas sepenuhnya, karena masih ada dukungan melalui dana subsidi minyak. 

Menteri Energi Auttapol Rerkpiboon mengatakan, Thailand saat ini memiliki cadangan minyak untuk 107 hari, dengan pengiriman minyak tambahan yang akan tiba pada April-Mei.

Baca Juga: AS Harap Perang Iran Selesai dalam Hitungan Pekan, Tanpa Pasukan Darat

Ia menambahkan bahwa Dana Minyak saat ini mengalami defisit sekitar 38 miliar baht ($1,16 miliar).

Menteri Luar Negeri Sihasak Phuangketkeow mengatakan, kementerian telah menghubungi Brasil, Nigeria, Kazakhstan, dan Azerbaijan untuk mengamankan pasokan minyak, dan semuanya menyatakan kesediaan untuk bekerja sama.

Thailand telah berkoordinasi dengan Iran untuk memastikan keamanan kapal-kapal Thailand melalui Selat Hormuz, kata Sihasak, menambahkan bahwa sebuah kapal Thailand telah melewatinya.

Koordinasi sedang dilakukan untuk memungkinkan lewatnya kapal milik perusahaan minyak besar Thailand, SCG Chemicals, dan diperkirakan akan ada lebih banyak kapal yang menyusul.

Kementerian Perdagangan sedang memantau harga barang dan jasa untuk mencegah kenaikan harga yang berlebihan.

(1 dolar AS = 32,68 baht)




TERBARU

[X]
×