Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Regulator jasa keuangan Inggris memperingatkan klub-klub sepak bola, termasuk yang berlaga di Liga Primer Inggris mengenai risiko kerja sama sponsor dengan perusahaan kripto dan platform perdagangan aset digital yang tidak memiliki izin resmi.
Dalam pernyataannya pada Rabu (3/6/2026), Financial Conduct Authority (FCA) menyatakan bahwa kemitraan dengan perusahaan kripto yang tidak berizin dapat menimbulkan risiko hukum, pencucian uang, hingga kerusakan reputasi bagi klub.
Baca Juga: Inflasi Vietnam Naik ke 5,6% pada Mei 2026, Defisit Perdagangan Makin Dalam
FCA menilai sejumlah perusahaan yang tidak memiliki otorisasi berpotensi melanggar aturan promosi jasa keuangan di Inggris dengan memanfaatkan sponsor olahraga untuk menjangkau penggemar sepak bola, meskipun mereka tidak memiliki izin beroperasi di negara tersebut.
Regulator pasar keuangan itu telah mengirimkan surat kepada klub-klub Liga Primer Inggris dan sejumlah klub lainnya untuk menyampaikan kekhawatiran terkait kerja sama yang sudah berjalan.
FCA juga mendesak klub agar memperketat proses pemeriksaan terhadap calon sponsor.
Direktur Investasi Konsumen FCA Lucy Castledine mengatakan, jutaan penggemar sepak bola menaruh kepercayaan besar terhadap klub yang mereka dukung.
Baca Juga: Rupiah Sentuh Rekor Terendah Baru terhadap Dolar AS, Tertekan Ketidakpastian Global
"Klub tidak seharusnya membiarkan perusahaan jasa keuangan yang tidak berizin memanfaatkan loyalitas tersebut dengan menawarkan produk yang berpotensi bermasalah kepada jutaan penggemar," ujarnya.
FCA mengungkapkan, pihaknya telah menghubungi sejumlah klub yang dinilai memiliki kemitraan yang menimbulkan kekhawatiran dan menegaskan akan mengambil tindakan apabila diperlukan.
Menurut FCA, penggemar yang menggunakan layanan perusahaan kripto tidak teregulasi menghadapi risiko kehilangan seluruh dana mereka dan kemungkinan tidak memperoleh perlindungan hukum yang tersedia dalam sistem keuangan resmi.
Menteri Olahraga Inggris, Stephanie Peacock, mengakui bahwa pendapatan dari sponsor memiliki peran penting bagi industri sepak bola.
Baca Juga: Harga Minyak Naik 3 Hari Beruntun Akibat Konflik Timur Tengah, Saham AI Tetap Menguat
Namun, ia menegaskan bahwa para penggemar berhak mengetahui bahwa perusahaan yang bekerja sama dengan klub mereka merupakan entitas yang bertanggung jawab, dapat diawasi, dan aman digunakan.
Peringatan FCA muncul di tengah semakin besarnya kontribusi pendapatan komersial terhadap keuangan klub sepak bola Eropa.
Menurut laporan Deloitte, pendapatan dari sponsor dan kerja sama komersial kini telah melampaui hak siar sebagai sumber pendapatan terbesar bagi sejumlah klub elite.
Sebagai contoh, Manchester City membukukan pendapatan komersial sebesar 408 juta euro pada 2025, lebih tinggi dibandingkan pendapatan dari hak siar yang mencapai 332 juta euro.
Baca Juga: Indeks Nikkei Capai 68.000 untuk Pertama Kalinya, Saham AI dan Semikonduktor Melonjak
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa klub-klub sepak bola semakin aktif menjalin kemitraan dengan perusahaan dari berbagai sektor, termasuk industri aset kripto.
Namun, regulator menekankan bahwa pertimbangan finansial tidak boleh mengabaikan aspek kepatuhan hukum dan perlindungan konsumen.
Peringatan terbaru FCA juga mencerminkan meningkatnya pengawasan regulator terhadap industri aset digital, khususnya terkait pemasaran dan promosi produk investasi berisiko kepada masyarakat luas melalui platform olahraga yang memiliki basis penggemar sangat besar.













