kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Politik Malaysia panas usai Mahathir mundur, bursa saham Malaysia dan ringgit rontok


Senin, 24 Februari 2020 / 15:22 WIB
Politik Malaysia panas usai Mahathir mundur, bursa saham Malaysia dan ringgit rontok
ILUSTRASI. Logo?Bursa Malaysia

Reporter: Khomarul Hidayat | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Indeks bursa saham Malaysia anjlok dan ringgit jatuh pada Senin (24/2) setelah kondisi politik Malaysia memanas yang berujung pada pengunduran diri Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Mengutip data Bloomberg hingga pukul 15.10 WIB, indeks bursa Malaysia FTSE anjlok 2,54% ke 1.492,32. Sementara ringgit Malaysia melemah 0,77% atas dollar AS.

Baca Juga: Usai mundur, Mahathir dipanggil Raja Malaysia sore ini

Lee Heng Guie, Direktur Eksekutif Pusat Penelitian Sosial-ekonomi kepada The Star  mengatakan,  pada saat ini, investor paling tidak ingin melihat gejolak politik, terutama ketika kemampuan pemerintah diuji untuk menangani gangguan ekonomi dan ketidakpastian terkait penyebaran virus corona di tengah situasi ekonomi yang melambat.

"Ketidakpastian yang terus-menerus terkait dengan lingkungan politik yang tidak stabil telah merusak kepercayaan investor, melemahkan sentimen konsumen dan mengurangi laju perkembangan ekonomi," ujarnya.

Riset Kenanga Investment Bank menyebutkan, keretakan koalisi politik Pakatan Harapan yang berkuasa oleh serangkaian manuver politik dari Jumat hingga Minggu telah menyebabkan kerusakan yang mungkin menjadi tidak dapat diselamatkan.

Ketidakpastian politik terutama dipicu oleh keengganan Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk mundur demi memberi jalan bagi Anwar Ibrahim berkuasa, sebagaimana disepakati oleh semua pihak dalam koalisi Pakatan yang berkuasa sebelum mereka memenangkan pemilu pada Mei tahun 2018 lalu.

Jumat pekan lalu, ada pertemuan penting para pemimpin puncak Pakatan yang dipimpin Mahathir yang telah ditekan untuk menetapkan tanggal untuk menyerahkan jabatan perdana menteri ke Anwar.

Pertemuan itu ternyata menjadi anti-klimaks karena hasilnya Mahathir akan tetap sebagai perdana menteri.

Baca Juga: Mahathir mundur, Wan Azizah berpeluang jadi perdana menteri wanita pertama Malaysia



TERBARU

[X]
×