Sumber: The Motley Fool | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Saham Nvidia berpeluang melonjak setelah perusahaan merilis laporan keuangan kuartal IV tahun fiskal 2026 pada 25 Februari 2025. Nvidia merupakan pemasok utama chip grafis (GPU) untuk pusat data, yang menjadi tulang punggung pengembangan kecerdasan buatan (AI) global.
Mengutip The Motley Fool, tahun ini, Nvidia bersiap meluncurkan arsitektur chip terbaru yang diperkirakan akan menetapkan standar baru industri. Jika mengacu pada rekam jejak sebelumnya, permintaan diperkirakan jauh melampaui pasokan.
Investor akan mencermati kekuatan penjualan GPU serta proyeksi kinerja ke depan (guidance). Dalam paparan publik, CEO Nvidia Jensen Huang juga diperkirakan akan memberikan gambaran arah jangka panjang industri AI.
Fokus Pasar pada Arsitektur Rubin
Sejak awal 2024, industri perangkat keras AI didominasi oleh arsitektur GPU Blackwell dan Blackwell Ultra milik Nvidia. Chip Blackwell Ultra GB300 bahkan diklaim mampu memberikan performa hingga 50 kali lipat dibandingkan chip AI generasi sebelumnya, H100.
Namun, Nvidia kini menyiapkan arsitektur baru bernama Rubin, yang dinilai akan melampaui Blackwell. Rubin diklaim memungkinkan pelatihan model AI dengan jumlah GPU 75% lebih sedikit, serta menurunkan biaya inference hingga 90%.
GPU Rubin sudah memasuki tahap produksi penuh dan dijadwalkan mulai dikirim pada paruh kedua tahun ini. Raksasa teknologi seperti Amazon, Microsoft, Alphabet (Google), dan Oracle disebut akan menjadi pelanggan awal.
Baca Juga: Pendapatan Rusia dari Minyak dan Gas Anjlok 50% pada Januari 2026
Konferensi investor pada 25 Februari diperkirakan akan mengungkap detail penting terkait jadwal produksi dan pengiriman Rubin, yang berpotensi memengaruhi kinerja keuangan Nvidia dalam beberapa kuartal ke depan.
Proyeksi Wall Street Masih Sangat Optimistis
Dalam tiga kuartal pertama tahun fiskal 2026, Nvidia membukukan pendapatan US$ 147,8 miliar, naik 62% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Segmen pusat data menyumbang sekitar 89% dari total pendapatan.
Konsensus analis memperkirakan pendapatan kuartal IV mencapai sekitar US$ 65,5 miliar. Jika terealisasi, total pendapatan Nvidia sepanjang tahun fiskal 2026 diperkirakan mencapai US$ 213,3 miliar.
Untuk laba, analis memproyeksikan laba per saham (EPS) tahun fiskal 2026 sebesar US$ 4,69. Selain itu, pasar juga menantikan proyeksi manajemen untuk kuartal I tahun fiskal 2027, dengan ekspektasi pendapatan sekitar US$ 70,7 miliar.
Tonton: Jet Tempur Siluman AS Tembak Jatuh Drone Iran yang Dekati Kapal Induk
Jika proyeksi manajemen lebih tinggi dari estimasi pasar, sentimen terhadap saham Nvidia berpotensi semakin bullish.













