Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pendapatan Rusia dari sektor minyak dan gas pada bulan Januari 2026 turun hampir 50% dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, mencapai level terendah sejak Juli 2020, menurut data dari Kementerian Keuangan Rusia.
Penurunan ini disebabkan oleh harga minyak yang lebih rendah serta penguatan nilai tukar rubel. Pendapatan dari sektor minyak dan gas merupakan sumber utama dana untuk anggaran negara Rusia, yang mengalami defisit sebesar 5,6 triliun rubel atau setara dengan 2,6% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2025.
Baca Juga: Nestlé Tarik Batch Guigoz setelah Batas Toksin Cereulide Diperketat
Pada Januari 2026, pendapatan negara dari minyak dan gas tercatat sebesar 393,3 miliar rubel (sekitar 5,1 miliar dolar AS), turun dari 447,8 miliar rubel pada bulan Desember 2025.
Pendapatan dari sektor minyak dan gas menyumbang hampir seperempat dari total penerimaan anggaran federal Rusia, yang telah terkuras akibat pengeluaran besar untuk pertahanan dan keamanan sejak dimulainya kampanye militer Rusia di Ukraina pada Februari 2022.
Anggaran Rusia diperkirakan akan mengumpulkan 8,92 triliun rubel dari penjualan minyak dan gas pada tahun 2026. Total penerimaan anggaran Rusia untuk tahun 2026 diperkirakan mencapai 40,283 triliun rubel.
Pada tahun 2025, pendapatan Rusia dari sektor minyak dan gas turun 24% menjadi 8,48 triliun rubel, yang merupakan level terendah sejak 2020.













