kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Presiden Azerbaijan tetap yakin Armenia terima dukungan senjata dari negara lain


Senin, 26 Oktober 2020 / 15:10 WIB
ILUSTRASI. Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev berbicara dalam sebuah pidato nasional di Baku, Azerbaijan, 4 Oktober 2020.


Penulis: Prihastomo Wahyu Widodo

Setelah mengalami beberapa mediasi, konflik Armenia-Azerbaijan akhirnya menemui kata sepakat untuk gencatan senjata.

Departeman Luar Negeri AS mengumumkan bahwa gencatan senjata ini akan berlaku mulai Senin (26/10). Upaya serupa sebelumnya pernah dilakukan, kedua negara belum menemui kata sepakat untuk menghentikan perang sementara.

Gencatan senjata terbaru ini mendapat dorongan penuh dari Wakil Menteri Luar Negeri AS Stephen Biegun. Hari Sabtu (24/10), ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri Armenia Zohrab Mnatsakanyan dan Menteri Luar Negeri Azerbaijan Jeyhun Bayramov.

Baca juga: Promo Tupperware Oktober 2020 segera berakhir, fancy bottle, mug, jug, canister dll

Sebelum AS, dua negara lain yang telah berupaya menjadi penengah adalah Prancis dan Rusia. Sayangnya kedua negara ini belum berhasil meyakinkan Armenia dan Azerbaijan.

Saat ini diperkirakan ada 5.000 orang telah tewas akibat konflik sejak akhir bulan September lalu. Kedua negara saling menuduh telah melakukan serangan terhadap warga sipil yang jelas-jelas melanggar kesepakatan perang.

Selanjutnya: Gencatan senjata Armenia-Azerbaijan resmi dimulai hari ini




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×