kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.944   -29,00   -0,16%
  • IDX 5.999   115,16   1,96%
  • KOMPAS100 778   14,20   1,86%
  • LQ45 588   9,58   1,66%
  • ISSI 208   4,74   2,33%
  • IDX30 333   5,83   1,78%
  • IDXHIDIV20 409   6,49   1,62%
  • IDX80 88   1,57   1,82%
  • IDXV30 111   2,39   2,20%
  • IDXQ30 107   1,91   1,82%

Presiden China: Hentikan kekerasan tugas paling mendesak saat ini di Hong Kong


Kamis, 14 November 2019 / 22:54 WIB
Presiden China: Hentikan kekerasan tugas paling mendesak saat ini di Hong Kong
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan dari sebuah kendaraan saat inspeksi pasukan di parade militer dalam peringatan 70 tahun berdirinya Rebulik Rakyat China di Beijing, China, 1 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Bukan cuma itu, para pengunjuk rasa membakar kendaraan dan bangunan, melemparkan bom molotov ke kantor polisi dan keretaapi, menjatuhkan puing-puing dari jembatan ke lalu lintas di bawah, dan merusak pusat perbelanjaan juga kampus.

Baca Juga: Kerusuhan meluas, perusahaan keuangan di Hong Kong izinkan karyawan bekerja di rumah

Ribuan mahasiswa melakukan aksi duduk di beberapa universitas, dengan dikelilingi tumpukan makanan, batu bata, bom molotov, ketapel, dan senjata rakitan lainnya.

Kepolisian Hong Kong menyebutkan, Chinese University yang berada di Distrik New Territories telah menjadi "pabrik dan gudang senjata", penuh busur, panah, dan ketapel.

"Tindakan mereka adalah langkah lain yang lebih dekat dengan terorisme," sebut Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian Hong Kong Tse Chun-chung kepada wartawan, merujuk pada protes di kampus-kampus di seluruh bekas jajahan Inggris itu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×