kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Presiden China: Hentikan kekerasan tugas paling mendesak saat ini di Hong Kong


Kamis, 14 November 2019 / 22:54 WIB
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping melambaikan tangan dari sebuah kendaraan saat inspeksi pasukan di parade militer dalam peringatan 70 tahun berdirinya Rebulik Rakyat China di Beijing, China, 1 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Bukan cuma itu, para pengunjuk rasa membakar kendaraan dan bangunan, melemparkan bom molotov ke kantor polisi dan keretaapi, menjatuhkan puing-puing dari jembatan ke lalu lintas di bawah, dan merusak pusat perbelanjaan juga kampus.

Baca Juga: Kerusuhan meluas, perusahaan keuangan di Hong Kong izinkan karyawan bekerja di rumah

Ribuan mahasiswa melakukan aksi duduk di beberapa universitas, dengan dikelilingi tumpukan makanan, batu bata, bom molotov, ketapel, dan senjata rakitan lainnya.

Kepolisian Hong Kong menyebutkan, Chinese University yang berada di Distrik New Territories telah menjadi "pabrik dan gudang senjata", penuh busur, panah, dan ketapel.

"Tindakan mereka adalah langkah lain yang lebih dekat dengan terorisme," sebut Kepala Hubungan Masyarakat Kepolisian Hong Kong Tse Chun-chung kepada wartawan, merujuk pada protes di kampus-kampus di seluruh bekas jajahan Inggris itu.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×