Presiden China Xi Jinping Digulingkan dalam Kudeta?

Senin, 26 September 2022 | 15:57 WIB   Reporter: SS. Kurniawan
Presiden China Xi Jinping Digulingkan dalam Kudeta?

ILUSTRASI. Media sosial akhir pekan lalu penuh dengan spekulasi tentang Presiden China Xi Jinping digulingkan dalam kudeta. REUTERS/Carlos Garcia Rawlins.


KONTAN.CO.ID - Media sosial pada Sabtu (24/9) pekan lalu penuh dengan spekulasi tentang Presiden China Xi Jinping digulingkan dalam kudeta.

Kudeta atas Xi Jinping disebut terjadi dia pergi ke Samarkand, Uzbekistan, untuk menghadiri KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) yang dimulai pada 14 September lalu.

Namun, menurut economictimes.indiatimes.com, tidak ada laporan dari media internasional besar tentang rumor Xi Jinping digulingkan dalam kudeta. 

Times of India (TOI) pada Minggu (25/9) melaporkan, Kementerian Luar Negeri China juga tetap diam mengenai rumor itu. 

Hanya, beberapa situs menyebutkan, desas-desus itu tidak berdasar dan itu adalah bagian dari konspirasi anti-Xi Jinping.

Baca Juga: Xi Jinping Melewatkan Makan Malam dengan Putin dalam Pertemuan Puncak Regional

Desas-desus ini muncul sebelum Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China pada 16 Oktober nanti, di mana Xi kabarnya akan mengamankan kekuasaan untuk masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada 2018, pihak berwenang China menyetujui penghapusan batas dua masa jabatan kepresidenan, yang secara efektif memungkinkan Xi Jinping untuk tetap berkuasa seumur hidup.

China telah memberlakukan batasan dua masa jabatan pada presidennya sejak 1990-an. Pemimpin terpenting Tiongkok juga telah menindak semua oposisi di sekitarnya.

Awal pekan lalu, dua mantan menteri dijatuhi hukuman mati karena korupsi sebagai bagian dari tindakan keras Xi Jinping terhadap korupsi. 

Tetapi, mereka digambarkan dalam beberapa laporan sebagai bagian dari faksi politik anti-Xi Jinping.

Baca Juga: Beijing: Di Bawah Arahan Xi Jinping dan Putin, Hubungan China & Rusia Bergerak Maju

Menurut posting yang tidak diverifikasi di Twitter, Xi Jinping meninggalkan Samarkand sebelum upacara penutupan resmi KTT SCO hanya untuk ditempatkan di bawah tahanan rumah saat mendarat di Beijing pada 16 September.

Sebuah situs berita mengutip News Highland Vision melaporkan, mantan Presiden China Hu Jintao dan mantan Perdana Menteri China Wen Jiabao, bersama mantan anggota Komite Tetap Song Ping, sekarang mengendalikan Biro Pengawal Pusat (CGB), yang melindungi anggota Komite Pusat Partai Komunis China (CPC).

Dan, Xi Jinping dicopot dari otoritas atas Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA), laporan TOI menyebutkan.

Posting di Twitter lainnya menggambarkan kendaraan PLA bergerak menuju Beijing pada 22 September. 

Beberapa tweet menampilkan gambar dari aplikasi radar penerbangan yang menunjukkan nol aktivitas pesawat di atas Beijing, sementara yang lain membalas dengan gambar radar aplikasi dari aktivitas penerbangan normal.

Editor: S.S. Kurniawan

Terbaru