kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45941,36   -7,11   -0.75%
  • EMAS923.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.83%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.19%

Presiden Donald Trump menyulut masalah baru dengan China dengan kebijakan ini


Senin, 16 November 2020 / 09:00 WIB
Presiden Donald Trump menyulut masalah baru dengan China dengan kebijakan ini
ILUSTRASI. Presiden Donald Trump menyulut masalah baru dengan China dengan kebijakan ini. REUTERS/Carlos Barria

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - New York. Jelang berakhirnya masa kekuasaan, Presiden Donald Trump menyulut masalah baru dengan China. Presiden Donald Trump telah menandatangani surat perintah eksekutif yang melarang perusahaan Amerika Serikat untuk berinvestasi di perusahaan China.

Larangan tersebut berlaku untuk perusahaan China yang dianggap dimiliki serta dikontrol oleh militer China.

Dilansir dari CNN, Senin (16/11/2020) aturan itu berlaku untuk 31 perusahaan. Di dalamnya dijelaskan, perusahaan-perusahaan tersebut telah memungkinkan modernisasi pada militer China dan secara langsung mengancam keamanaan di Amerika Serikat. Produsen smartphone Huawei dan Hikvision merupakan dua perusahaan dari daftar perusahaan yang dilarang.

Beberapa perusahaan lain, seperti China Telecom dan China Mobile, bahkan terdaftar dan sahamnya dijual-belikan di Bursa Saham New York. Larangan Trump tersebut melarang investor AS untuk memiliki atau memperdagangkan berbagai bentuk sekuritas yang berasal atau berhubungan dengan perusahaan-perusahaan itu.

Hal itu termasuk dana pensiun atau memiliki saham dari perusahaan. Investor memiliki waktu hingga November 2021 untuk divestasi dari perusahaan. Adapun ketika dimintai tanggapan, Hikvision menyatakan keputusan pemerintahan Trump tersebut tidak berdasar.

Baca juga: Promo Tupperware November 2020, banyak potongan harga produk penyimpan makanan ringan

"Seperti yang sudah kami perlihatkan, Hikvision bukanlah perusahaan militer China. Hikvision dioperasikan secara independen dan diperdagangkan secara publik," ujar perusahaan dalam keterangan tertulis.

Mereka menambahkan, perusahaan tidak pernah berpartisipasi dengan berbagai macam riset serta pengembangan untuk militer. "Keputusan yang berlawanan dengan perusahaan ini tidak membuat Amerika, atau dunia bahkan menjadi lebih aman," ujar dia.

China Telecom mengatakan dalam pengajuan pasar saham bahwa "saat ini sedang menilai dampak" dari perintah eksekutif, yang dapat menyebabkan harga sahamnya berfluktuasi. Huawei dan China Mobile tidak segera menanggapi permintaan komentar.




TERBARU

[X]
×