kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.859   41,00   0,24%
  • IDX 8.927   1,42   0,02%
  • KOMPAS100 1.228   0,91   0,07%
  • LQ45 868   -0,05   -0,01%
  • ISSI 324   0,48   0,15%
  • IDX30 440   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 517   -1,56   -0,30%
  • IDX80 137   0,12   0,08%
  • IDXV30 144   -0,03   -0,02%
  • IDXQ30 141   -0,63   -0,45%

Presiden Jerman Kecam Kebijakan Luar Negeri AS Era Trump


Kamis, 08 Januari 2026 / 17:33 WIB
Presiden Jerman Kecam Kebijakan Luar Negeri AS Era Trump
ILUSTRASI. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melontarkan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, (Jesco Denzel/BPA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier melontarkan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, serta mengimbau dunia internasional agar tidak membiarkan tatanan global terjerumus menjadi sebuah “sarang perampok”, di mana pihak-pihak yang tidak bermoral mengambil apa pun yang mereka inginkan.

Dalam pernyataan yang tergolong tidak biasa karena ketegasannya, yang tampaknya merujuk pada sejumlah tindakan terbaru seperti penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada akhir pekan lalu, mantan menteri luar negeri Jerman tersebut mengatakan bahwa demokrasi global tengah diserang dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Meski peran Presiden Jerman sebagian besar bersifat seremonial, pernyataan Steinmeier memiliki bobot politik tertentu. Selain itu, posisinya memberinya ruang yang lebih luas untuk menyampaikan pandangan dibandingkan politisi aktif lainnya.

Baca Juga: Trump Usulkan Anggaran Militer AS 2027 US$ 1,5 Triliun, Saham Pertahanan Melonjak

Dengan menggambarkan aneksasi Rusia atas Krimea serta invasi skala penuh ke Ukraina sebagai sebuah titik balik sejarah, Steinmeier menilai bahwa perilaku Amerika Serikat saat ini merupakan retakan sejarah besar kedua dalam tatanan dunia.

“Kemudian ada runtuhnya nilai-nilai oleh mitra terpenting kita, Amerika Serikat, yang justru turut membangun tatanan dunia ini,” ujar Steinmeier dalam sambutannya pada sebuah simposium pada Rabu malam.

“Ini tentang mencegah dunia berubah menjadi sarang perampok, di mana pihak-pihak paling tidak bermoral mengambil apa pun yang mereka inginkan, di mana kawasan atau bahkan seluruh negara diperlakukan sebagai milik segelintir kekuatan besar,” lanjutnya.

Steinmeier menegaskan bahwa intervensi aktif diperlukan dalam situasi yang mengancam, serta menyatakan bahwa negara-negara seperti Brasil dan India harus diyakinkan untuk ikut berperan dalam melindungi dan menjaga tatanan dunia.

Selanjutnya: Belanja K/L Membengkak Hingga 129,3% pada 2025, Ini Penjelasan Pemerintah

Menarik Dibaca: Promo Berhadiah Indomaret Periode 8-21 Januari 2026, Derma Angel Beli 1 Gratis 1




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×