kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   0,00   0,00%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Presiden Macron jadi salah satu target spyware Pegasus buatan Israel


Rabu, 21 Juli 2021 / 08:44 WIB
ILUSTRASI. Presiden Prancis Emmanuel Macron tersenyum saat ia mengunjungi tempat kelahiran penyair Prancis Jean De La Fontaine dalam kunjungan satu hari ke daerah utara Prancis, di Chateau Thierry, Prancis, Kamis (17/6/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - PARIS. Nomor telepon milik Presiden Prancis Emmanuel Macron disebut masuk ke dalam daftar target pengintaian dengan menggunakan spyware Pegasus yang dibuat oleh perusahaan Israel.

Dilansir dari Reuters, harian Prancis, Le Monde, pada hari Selasa (21/7) melaporkan bahwa salah satu nomor telepon Macron, yang telah ia gunakan secara teratur sejak 2017, ada dalam daftar nomor yang dipilih oleh dinas intelijen Maroko untuk potensi mata-mata siber.

Maroko pada hari Senin (19/7) telah mengeluarkan pernyataan yang menyangkal keterlibatan dalam penggunaan Pegasus. Pihak Maroko menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

Selain Macron, Le Monde juga menyebut bahwa mantan Perdana Menteri Prancis Edouard Philippe dan 14 menteri juga menjadi sasaran pada 2019.

Untuk saat ini Le Monde belum bisa apakah nomor telepon Macron yang dimaksud memang dimata-matai karena tidak memiliki akses ke telepon Macron.

Namun Le Monde dapat memverifikasi telepon lain, termasuk mantan menteri lingkungan Francois de Rugy yang telah dipastikan sempat dimata-matai.

Baca Juga: Prancis mengajak negara Pasifik Selatan untuk memerangi pengaruh maritim China

Kantor kejaksaan Paris pada hari Selasa langsung membuka penyelidikan atas tuduhan oleh situs berita investigasi Mediapart dan dua jurnalisnya bahwa mereka telah dimata-matai oleh Maroko menggunakan spyware Pegasus.

Mediapart melalui akun Twitter resminya secara jelas meminta otoritas kehakiman melakukan penyelidikan independen terhadap mata-mata yang tersebar luas yang diselenggarakan di Prancis oleh Maroko.

50.000 nomor telepon pemimpin negara hingga jurnalis bocor

Kasus peretasan dengan spyware Pegasus ini pertama kali diungkap oleh Washington Post dan sejumlah media lain. Mereka menemukan daftar berisi lebih dari 50.000 nomor telepon yang dikumpulkan sejak tahun 2016.

Banyak dari nomor-nomor tersebut merupakan milik jurnalis media besar dunia, seperti Agence France-Presse (AFP), The Wall Street Journal, CNN, The New York Times, Al Jazeera, France 24, Radio Free Europe, Mediapart, El País, the Associated Press, Le Monde, Bloomberg, Economist, Reuters dan Voice of America.

Baca Juga: Kepala negara hingga jurnalis jadi target spyware buatan Israel




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×