Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Perusahaan tambang emas terbesar dunia, Newmont, membukukan laba kuartal IV 2025 yang melampaui ekspektasi analis Wall Street. Kinerja positif ini ditopang reli harga emas yang mencetak rekor tertinggi, meski produksi emas perseroan justru mengalami penurunan.
Saham Newmont naik sekitar 2% ke level US$ 127,96 dalam perdagangan setelah penutupan pasar (after-market).
Harga Emas Rekor, Jadi Penopang Kinerja
Reuters melaporkan, dalam beberapa bulan terakhir, harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta ketidakpastian ekonomi global.
Sepanjang kuartal IV 2025, harga emas rata-rata tercatat US$ 4.135 per ons, melonjak 56% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara harga jual rata-rata (average realized price) yang diterima Newmont bahkan mencapai US$ 4.216 per ons, naik hampir 60% secara tahunan.
Lonjakan harga ini berhasil mengimbangi penurunan produksi. Total produksi emas Newmont turun hampir 24% menjadi 1,45 juta ons.
Penurunan tersebut dipengaruhi oleh penjadwalan tambang (planned mine sequencing) di sejumlah aset utama, termasuk Peñasquito, Ahafo South, Yanacocha, Brucejack, dan Cadia.
Baca Juga: Ancaman Perang Gaza: AS Tegaskan Tak Ada Rencana B Selain Damai, Apa Maksudnya?
Investasi US$ 1,4 Miliar dari Akuisisi Newcrest
Newmont juga mengumumkan rencana investasi sebesar US$ 1,4 miliar untuk mengembangkan proyek-proyek jangka pendek. Fokus belanja modal tersebut mencakup Cadia Panel Caves, Tanami Expansion 2, serta studi kelayakan di Red Chris.
Proyek di Australia dan Red Chris di Kanada merupakan bagian dari akuisisi Newcrest senilai US$ 17 miliar pada 2023.
Dari sisi biaya, all-in sustaining costs (AISC), indikator total biaya produksi industri tambang, naik hampir 11% menjadi US$ 1.620 per ons pada periode Oktober–Desember.
Tonton: Diplomasi Buntu? AS Siapkan Opsi Militer ke Iran
Produksi 2026 Diproyeksi Turun
Untuk 2026, Newmont memproyeksikan produksi emas sebesar 5,3 juta ons, lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 5,89 juta ons.
Secara adjusted, laba perusahaan tercatat US$ 2,52 per saham, jauh di atas estimasi analis sebesar US$ 2,00 per saham berdasarkan data LSEG.
Kombinasi harga emas yang tinggi dan disiplin pengembangan proyek menjadi kunci strategi Newmont di tengah tantangan produksi yang lebih rendah ke depan.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)