Produksi dan Pengiriman iPhone Masih Terganggu Pembatasan Covid-19 di China

Senin, 07 November 2022 | 10:00 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Produksi dan Pengiriman iPhone Masih Terganggu Pembatasan Covid-19 di China

ILUSTRASI. Produksi dan pengiriman iPhone masih bakal terganggu oleh pembatasan Covid-19 di China. REUTERS/Thomas Peter/File Photo


KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pembatasan Covid-19 yang terjadi di China diperkirakan bakal mempengaruhi pengiriman iPhone seri terbaru milik Apple yaitu iPhone 14 Pro dan iPhone Pro Max, meskipun hal tersebut sudah diantisipasi sebelumnya.

Adapun, saat ini produksi dari produk-produk tersebut terganggu karena pembatasan tersebut, terutama di fasilitas perakitan yang ada di Zhengzhou, China.

"Fasilitas saat ini beroperasi dengan kapasitas yang berkurang secara signifikan. Pelanggan akan mengalami waktu tunggu yang lebih lama untuk menerima produk baru mereka," kata produsen iPhone tersebut dalam sebuah pernyataan dikutip dari Reuters (7/11).

Baca Juga: Badai PHK Melanda Perusahaan Global

Reuters bulan lalu melaporkan bahwa produksi iPhone Apple dapat merosot sebanyak 30% di salah satu pabrik terbesar dunia bulan ini karena pengetatan pembatasan Covid-19 di China.

Pabrik utamanya di Zhengzhou di Cina tengah, yang mempekerjakan sekitar 200.000 orang, telah diguncang oleh ketidakpuasan atas langkah-langkah ketat untuk mengekang penyebaran Covid-19, dengan banyak pekerja meninggalkan lokasi.

Secara terpisah, Foxconn Taiwan, pembuat iPhone terbesar Apple Inc, mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya sedang bekerja untuk melanjutkan produksi penuh di pabrik utama di Zhengzhou yang telah terkena pembatasan COVID-19, dan merevisi turun prospek kuartal keempatnya.

Baca Juga: Twitter Menunda Perubahan Tanda Verifikasi hingga Pemilihan Paruh Waktu AS

Dampak pada produksi terjadi di tengah waktu sibuk bagi pembuat elektronik menjelang musim liburan akhir tahun, yang juga merupakan waktu utama bagi vendor barang konsumen seperti Apple.

Perusahaan yang berbasis di Cupertino, California tidak memberikan perkiraan pendapatan khusus untuk kuartal saat ini. Tetapi analis memperkirakan penjualan sekitar US$ 128 miliar, yang akan menjadi rekor sepanjang masa.

Editor: Handoyo .

Terbaru