kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Produksi industri Jepang kembali menguat di Mei


Senin, 30 Juni 2014 / 08:25 WIB
Crash Course in Romance kalahkan drakor terbaru 2023 yaitu Agency, Strangers Again hingga Payback: Money and Power di daftar drakor terpopuler minggu ketiga Januari 2023.


Sumber: Bloomberg, Reuters | Editor: Sanny Cicilia

TOKYO. Produksi barang di Jepang menguat pada bulan Mei. Kehidupan pabrik di Negeri Sakura ini mulai dinilai berangsur pulih setelah kenaikan pajak di bulan April lalu dari 5% menjadi 8%.

Produksi di pabrik Jepang naik 0,5% setelah turun 2,8% di bulan April, menurut data Kementrian Perdagangan Jepang, hari ini (30/6). Pasar sebelumnya memperkirakan, kenaikannya bisa mencapai 0,9%.

Pemerintah memperkirakan, efek kenaikan pajak masih akan terasa dengan produksi akan turun lagi di bulan Juni sebesar 0,7% lalu naik 1,5% pada Juli. Kenaikan pajak pada 1 April lalu telah membuat korporasi menahan diri mengeksekusi pengeluaran dan mencegah terjadinya penumpukan stok.

Meski ada tanda-tanda rebound, pasar masih menilai terlalu dini menilai penguatan ini stabil. Analis yang dikumpulkan Reuters memperkirakan, perekonomian Jepang di kuartal II akan berkontraksi 1,2% dibanding kuartal sebelumnya.

Sementara ekonom yang dihimpun Bloomberg meramal, perekonomian merosot 4,4% dibanding periode kuartal kedua tahun lalu. Pada kuartal I lalu, ekonomi Jepang melaju 6,7% year on year.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berencana menaikkan pajak penjualan menjadi sebesar 10% pada Oktober 2015, namun terlebih dahulu melihat data perekonomian kuartal Juli-September. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×