Pulih dari perlambatan akibat corona, Buffet buyback saham Berkshire Hathaway

Minggu, 08 Agustus 2021 | 13:46 WIB   Reporter: Adrianus Octaviano
Pulih dari perlambatan akibat corona, Buffet buyback saham Berkshire Hathaway

ILUSTRASI. Berkshire Hathaway Chairman Warren Buffett . REUTERS/Scott Morgan 


KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Perusahaan milik Warren Buffet, Berkshire Hathaway Inc mengatakan banyak bisnisnya menikmati pemulihan yang kuat dari kontraksi di awal pandemi virus corona yang memicu rebound dalam laba dan pendapatan. Hal ini pula yang menjadi alasan Buffett untuk membeli kembali US$ 6 miliar sahamnya sendiri pada kuartal kedua.

Asal tahu saja, bisnis manufaktur, layanan dan ritel dari perusahaan yang berbasis di Omaha, Nebraska ini menderita tahun lalu karena aktivitas ekonomi anjlok akibat banyak  kehilangan pekerjaan melonjak dan konsumen tetap di rumah.

Meski demikian, perusahaan saat ini mengatakan bahwa kereta api BNSF, dealer mobil senama dan unit perumahan adalah di antara banyak bisnis yang melihat pemulihan signifikan meskipun ada gangguan rantai pasokan dan biaya yang lebih tinggi, dengan pendapatan dan pendapatan dalam beberapa kasus melampaui tingkat pra-pandemi.

Laba BNSF melonjak 34% menjadi US$ 1,52 miliar, karena peritel mengisi kembali persediaan dan permintaan membengkak untuk produk bangunan, biji-bijian dan batubara. Sedangkan penjualan kendaraan semester pertama tumbuh 30% di dealer Berkshire Hathaway Automotive.

Baca Juga: Warren Buffett ungkap rahasia jadi kaya pada 1999 masih relevan sampai sekarang

Sementara itu, pembelian rumah juga rebound dengan meningkatkan laba yang dilaporkan triwulanan 43% di Clayton Homes dan 129% di pialang real estate senama Berkshire. Pialang adalah bagian dari Berkshire Hathaway Energy, di mana kredit pajak tenaga angin membantu meningkatkan laba 17%.

Aksi buyback saham Berkshire, termasuk US$ 1,7 miliar pada Juli ketika jumlah sahamnya menurun, mendorong total pembelian kembali saham menjadi sekitar US$ 39 miliar sejak akhir 2019.

Buffett secara agresif membeli kembali saham Berkshire karena valuasi pasar saham yang tinggi dan pertumbuhan perusahaan akuisisi tujuan khusus sehingga membuat pembelian seluruh perusahaan tampak terlalu mahal.

Valuasi juga memainkan peran dalam Berkshire menjual hingga US$ 1,1 miliar lebih banyak saham daripada yang dibeli di kuartal tersebut. Penjualan bersih tersebut membuat uang kas Berkshire hingga Juni menjadi senilai  US$144,1 miliar.

"Mengingat penilaian saham, kita harus mengharapkan pembelian kembali Berkshire menjadi sumber penyebaran modal yang disukai," ujar Jim Shanahan, seorang analis Edward Jones dikutip dari Reuters, Minggu (8/8).

Harga saham Berkshire naik 23,7% pada 2021 dan melampaui kenaikan S&P 500 yang capai 18,1%, setelah sebelumnya membuntuti indeks tersebut secara signifikan pada 2019 dan 2020.

Pada kuartal kedua, kinerja perusahaan juga tercatat positif dengan laba operasional naik 21% menjadi US$6,69 miliar. Lalu, laba bersih naik 7% menjadi US$28,1 miliar didukung oleh keuntungan yang belum direalisasi dalam investasi Berkshire senilai US$192 miliar di Apple Inc, Bank of America Corp dan American Express Corp.

Menurut Shanahan, hasil tersebut cukup kuat dan mencerminkan kekuatan ekonomi yang luas. Ia juga merekomendasikan untuk beli saham Berkshire dan menaikkan perkiraan pendapatannya hingga 2022.

Selanjutnya: Ngeri! Warren Buffett prediksi pandemi di masa depan lebih buruk dari Covid-19

 

Editor: Herlina Kartika Dewi

Terbaru