kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Putin Ogah Berunding Damai dengan Zelensky, Ini Sebabnya


Rabu, 29 Januari 2025 / 06:40 WIB
 Putin Ogah Berunding Damai dengan Zelensky, Ini Sebabnya
ILUSTRASI. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pada hari Selasa (28/1/2025) bahwa negaranya dapat mengadakan pembicaraan damai dengan Ukraina. REUTERS/Turar Kazangapov 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Konflik tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda akan mereda meskipun Trump berjanji untuk memberlakukan gencatan senjata cepat setelah menjabat.

Militer Rusia mengatakan pada hari Selasa bahwa pasukannya telah merebut sebuah desa besar di wilayah Kharkiv di timur laut Ukraina, perolehan teritorial terbaru bagi pasukan Moskow yang terus maju.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya telah "membebaskan" desa Dvorichna, yang berpenduduk lebih dari 3.000 jiwa sebelum konflik.

Desa tersebut, yang terletak di seberang sungai Oskil yang strategis, direbut oleh Moskow pada awal ofensif militer skala penuhnya pada tahun 2022, sebelum direbut kembali oleh Kyiv beberapa bulan kemudian dalam sebuah serangan balik yang cepat.

Para blogger militer Ukraina, yang memiliki hubungan dengan Kementerian Pertahanan, juga mengatakan pasukan Rusia bergerak maju di sisi Chasiv Yar, sebuah kota puncak bukit strategis yang dihuni sekitar 12.000 orang sebelum konflik.

Tonton: Ini Pesan Putin dalam Peringatan 80 Tahun Pembebasan Auschwitz

Militer Ukraina telah dipukul mundur selama setahun terakhir, kalah dalam persenjataan dan jumlah personel oleh pasukan Rusia di garis depan sepanjang 1.000 kilometer (600 mil).

Pemerintah Ukraina memberhentikan wakil menteri pertahanan yang bertanggung jawab atas pembelian senjata pada hari Selasa, setelah menteri pertahanan menuduhnya "gagal" memastikan "pasokan amunisi tepat waktu" bagi para prajurit.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×