CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Putin: Rusia tahu AS agak lebih unggul dari China dalam senjata hipersonik


Rabu, 01 Desember 2021 / 23:15 WIB
Putin: Rusia tahu AS agak lebih unggul dari China dalam senjata hipersonik


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

Putin juga mencatat peningkatan kebuntuan antara Barat dan China. Menurutnya, pembentukan kemitraan AUKUS (Australia, Inggris, dan AS) adalah contoh tindakan destabilisasi negara-negara Barat.

“Faktanya tetap bahwa persaingan ini meningkat, dan kadang-kadang menjijikkan,” tegas dia. 

“Contohnya, pembentukan pakta AUKUS, yang mencakup AS, Inggris, dan Australia. Ketika seseorang membentuk aliansi tertutup melawan seseorang, itu tidak membantu memperbaiki situasi di kawasan itu, itu meningkatkan ketegangan,” imbuhnya.

Putin juga menyatakan, sanksi Barat terhadap China tidak bisa dibenarkan.

“Mereka mengkhawatirkan saya dengan China sejak tahun 2000. Sejak itu, mereka yang menakut-nakuti saya, menjadi takut dan mulai mengubah kebijakan mereka terhadap China," ungkap dia.

"Itu sudah berubah, karenanya berbagai sanksi dan pembatasan, yang menurut saya, sama sekali tidak bisa dibenarkan. Maksud saya, mereka bertentangan dengan norma-norma hukum internasional,” ujar Putin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×