kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Rabu berdarah, 6 tewas saat pasukan keamanan Myanmar menembaki pendemo


Rabu, 03 Maret 2021 / 17:04 WIB
ILUSTRASI. Seorang petugas polisi membidik senjata selama bentrokan dengan pendemo yang melakukan unjuk rasa menentang kudeta militer dan menuntut pembebasan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi, di Naypyitaw, Myanmar, 9 Februari 2021. REUTERS/Stringer 


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Protes di pusat Kota Myingyan juga berubah menjadi kekerasan, ketika pasukan keamanan menghadapi pengunjuk rasa yang berjongkok di belakang perisai merah buatan yang dihiasi dengan tanda tiga jari, simbol perlawanan untuk gerakan anti-kudeta.

"Mereka menembakkan gas air mata, peluru karet, dan peluru tajam," kata seorang relawan medis di tempat kejadian kepada AFP yang menambahkan, sedikitnya 10 orang terluka, seperti Channel News Asia lansir.

Demonstrasi juga berlanjut di Yangon, kota terbesar Myanmar, pada Rabu, dengan pengunjuk rasa menggunakan ban dan barikade kawat berduri untuk memblokir jalan-jalan utama serta memperlambat polisi.

Di pusat Kota Pansodan Road, dekat persimpangan Pagoda Sule yang terkenal, pengunjuk rasa menempelkan cetakan wajah pemimpin junta Min Aung Hlaing di tanah, sebuah taktik yang bertujuan untuk memperlambat pasukan keamanan.

Di Kota San Chaung, yang telah menjadi lokasi bentrokan hebat dalam beberapa hari terakhir, gas air mata memenuhi jalan-jalan saat polisi anti-huru hara menghadapi pengunjuk rasa.

Selanjutnya: Menteri Luar Negeri ASEAN akan berdialog dengan junta militer Myanmar




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×