Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - European Commission resmi memperketat pengawasan impor minyak asam arakidonat (arachidonic acid/ARA) dari China setelah bahan tersebut terkontaminasi dan masuk ke sejumlah produk susu formula bayi di Eropa.
Reuters memberitakan, kontaminasi racun cereulide, yakni zat yang dapat menyebabkan mual dan muntah, membuat puluhan bayi di berbagai negara Eropa jatuh sakit. Sejumlah produsen besar, termasuk Nestle dan Danone, terpaksa melakukan penarikan produk (recall) besar-besaran yang dilaporkan menelan kerugian jutaan dolar akibat hilangnya penjualan.
Dalam dokumen resmi yang dirilis Rabu, Komisi Eropa menyatakan bahwa minyak ARA asal China kemungkinan menimbulkan risiko serius bagi kesehatan manusia.
Setiap pengiriman kini wajib disertai sertifikat resmi yang menyatakan hasil pengambilan sampel dan analisis laboratorium menunjukkan tidak adanya racun cereulide.
“Untuk menjamin keamanan pangan dan mencegah masuknya minyak asam arakidonat asal China yang tidak aman ke wilayah Uni Eropa, regulasi ini harus segera diberlakukan,” tulis Komisi dalam dokumen tersebut.
Baca Juga: Trump Singgung Opsi Serangan ke Iran: Seberapa Dekat Teheran ke Senjata Nuklir?
Pemasok China Disorot
Produsen susu formula, termasuk Nestle dan Danone, telah menghentikan pasokan dari Cabio Biotech, perusahaan China yang diidentifikasi sebagai pemasok ARA yang terkontaminasi.
Hingga berita ini diturunkan, Cabio Biotech belum memberikan tanggapan resmi.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Lin Jian, menegaskan pemerintah China sangat serius dalam menangani isu keamanan pangan.
“Pemerintah China sangat memperhatikan keamanan pangan dan akan terus mengambil langkah tegas untuk melindungi hak serta kepentingan konsumen,” ujarnya ketika dimintai komentar terkait kasus penarikan produk tersebut.
Tonton: Pentagon Peringatkan Trump Terkait Risiko Serangan ke Iran
Dampak ke Industri dan Kepercayaan Konsumen
ARA merupakan bahan penting dalam susu formula bayi karena berperan dalam perkembangan otak dan penglihatan. Kasus ini tidak hanya berdampak finansial pada produsen global, tetapi juga berpotensi mengguncang kepercayaan konsumen terhadap rantai pasok bahan baku internasional.
Langkah cepat Uni Eropa ini menandai meningkatnya kewaspadaan terhadap impor bahan pangan dari luar kawasan, terutama untuk produk sensitif seperti makanan bayi.












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)