kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Raih pendanaan US$ 1,46 Miliar, valuasi Grab kini menembus US$ 14 miliar


Kamis, 07 Maret 2019 / 12:48 WIB


Sumber: CNBC | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Grab Holding Inc (Grab) telah mendapatkan pendanaan baru sebesar US$ 1,46 miliar dari SoftBank Vision Fund. Dengan putaran pendanaan tersebut, kini perusahaan ini telah mengumpulkan total pendanaan lebih dari US$ 4,5 miliar.

Pendanaan sebelumnya berasal dari beberapa investor seperti Toyota dan Hyundai Motor, Microsoft, Ping An Capital milik China, Serta perusahaan manajemen aset asal Amerika Serikat, Oppenheirmer Funds. 

Pendanaan tersebut membuat Grab menjadi decacorn dengan nilai valuasi mencapai US$ 14 miliar. Decacorn adalah perusahaan teknologi yang mempunyai nilai valuasi lebih dari US$ 10 miliar.

Presiden Grab Ming Maa mengatakan perusahaan mendapatan dukungan pemegang saham yang luar biasa dalam putaran pendanaan saat ini, hal itu berjat minat yang kuat untuk investasi kapital, maupun patner strategis.

“Grab terus menerima minat investor baru serta menyambut lebih banyak lagi pemimpin industri global sebagai mitra pada tahun 2019,” kata Ming Maa, seperti dikutip CNBC, Selasa (5/3).

Grab berencana menggunakan dana tersebut untuk membangun lebih banyak layanan yang dibutuhkan konsumen setiap hari yang kemudian diintegrasikan melalui platform Grab. Di samping itu, dana tersebut digunakan untuk memperluas layanan keuangan, kemudian pengiriman makanan, pengiriman paket, konten dan pembayaran digital.

“Investasi ini akan membantu perusahaan mengeksplorasi peluang baru yang bisa menarik kebutuhan mobilitas, pengiriman, layanan keuangan sesuai permintaan pasar. Maka itu kami terus mengembangkan platform offline ke online yang ada di seluruh Asia Tenggara,” terang David Thevron, rekan Penasihat Investasi SoftBank.

Bermula dari aplikasi pemesanan jasa aplikasi transportasi online, Grab terus mengembangkan berbagia layanan termasuk pengiriman makanan, pinjaman mikro dan pembayaran digital. 

Awal tahun ini, perusahaan berencana menjalin kemitraan dnegan perusahaan startup streaming video regional Hooq yang akan memungkinkan pengguna untuk memutar film dan acara TV di aplikasi Grab.




TERBARU

[X]
×