kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Raja panggil Mahathir di tengah pertarungan dengan Anwar menjadi perdana menteri


Kamis, 27 Februari 2020 / 17:54 WIB
ILUSTRASI. A combination photo shows Malaysia's prime minister Mahathir Mohamad (L) and opposition leader Anwar Ibrahim in their offices in Malaysia on May 4, 2011 (L) and March 11, 2010.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Raja Malaysia juga telah bertemu dengan 222 anggota parlemen terpilih selama dua hari dalam upaya untuk mengakhiri krisis politik, yang terjadi ketika Malaysia tengah berjuang menghadapi ekonomi yang lesu sebagai dampak dari virus Corona baru.

Pengunduran diri Mahathir memecah belah koalisi dengan Anwar yang telah mencatat kemenangan mengejutkan dalam pemilihan pada tahun 2018, dan bukan bagian dari janji pra-pemilihan bahwa Mahathir pada akhirnya akan menyerahkan kekuasaan kepada Anwar.

Baca Juga: Anwar Ibrahim setia menanti keputusan raja Malaysia untuk jadi perdana menteri

Anwar mengatakan pada hari Rabu bahwa ia menentang pembentukan "pemerintah pintu belakang" dan bahwa tiga partai dari mantan koalisi yang berkuasa Pakatan Harapan telah mengusulkan namanya kepada raja sebagai calon perdana menteri.

"Kami menunggu keputusan raja," katanya dalam konferensi pers.




TERBARU

[X]
×