Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Tri Adi
Pendidikan bukan segalanya bagi Wang Wei, miliarder asal China. Meski tidak memiliki gelar sarjana, Wei sukses di dunia bisnis. Ia jeli melihat peluang dan berani untuk menembus pasar pengiriman barang internasional. Dalam waktu tujuh tahun, Wei sukses membawa SF Express menjadi salah satu perusahaan logistik terbesar di China. Hasilnya, Wei menempati posisi sebagai orang terkaya nomor lima di China. Total kekayaannya menurut Forbes mencapai US$ 18,8 miliar.
Fedex of China itulah sebutan untuk perusahaan milik Wang Wei, Shunfeng Express Group atau yang dikenal dengan nama SF Express. Miliarder China itu berhasil membawa perusahaannya sebagai satu dari lima perusahaan logistik terkemuka di negaranya.
Berkat bisnis ini pula, Wei menjadi salah satu miliarder terkaya di China. Forbes mencatat, harta Wei mencapai US$ 18,8 miliar. Kekayaan Wei mayoritas berasal dari kepemilikannya atas 68% saham di SF Express.
Pria asal Shenzen ini lahir pada tahun 1971 yang berasal dari keluarga sederhana. Orangtuanya bukanlah pebisnis. Sang ayah adalah penerjemah bagi Tentara Komunis China. Sedangkan ibunya seorang guru. Tapi Wei belajar bisnis dari sang paman.
Setelah lulus sekolah, Wei yang sejak muda ingin berbisnis memilih bekerja di toko percetakan milik pamannya di Guangdong, China. Dari sana, ia mengenal bisnis distribusi barang. Wei belajar bagaimana cara mengirimkan pesanan kepada klien-kliennya.
Empat tahun mengikut pamannya, tepat pada tahun 1993, saat usianya baru menginjak 22 tahun, Wei mulai membuka perusahaan pertamanya. Ia mendirikan perusahaan pengiriman barang yang melayani wilayah Guangdong, Shenzen hingga Hong Kong.
Wei memilih bisnis logistik berdasarkan pengalamannya mengirimkan pesanan barang kliennya ke Hong Kong. Ia melihat sendiri bahwa bisnis pengiriman belum tergarap. Padahal pada saat itu kebutuhan orang untuk mengirimkan paket dari Hong Kong ke Guangdong dan Shenzhen cukup besar.
PT Pos China kewalahan dalam menggarap pasar logistik di daerah perbatasan. Maklum, Pos China saat itu satu-satunya perusahaan pengiriman paket legal yang ada saat itu. Pemerintah China belum membuka izin usaha logistik untuk dikelola pihak swasta. Meski begitu, Wei tidak patah semangat. Ia tetap menggarap bisnis pengiriman logistik meskipun perusahaannya beroperasi di ranah abu-abu karena belum memiliki payung hukum di mata pemerintah.
Dengan modal pinjaman dari ayahnya, Wei memulai bisnis bersama lima kawannya. Awalnya Wei mengirimkan sendiri paket yang diterima melewati perbatasan Hong Kong. Hingga kemudian layanan untuk pengiriman barang makin ramai dan membuat Wei menata sistem pengiriman barang seiring dengan naiknya permintaan pengiriman barang.
Bisnis Wei mulai berkembang pesat ketika Pemerintah China mulai melegalkan perusahaan swasta untuk mengirimkan barang di seluruh negeri pada 2009. Tidak hanya ingin menguasai pasar dalam negeri, Wei kemudian merambah pasar logistik di benua Amerika, Asia dan Uni Eropa.
Pasar yang makin luas mendorong Wei berencana membangun bandara barang khusus di Provinsi Hubei. Pada 2016 lalu, SF Express Group memiliki 36 pesawat kargo dengan 15.000 kendaraan. SF telah memperluas layanannya ke seluruh China Daratan dengan lebih dari 13.000 titik layanan
Demi menjaga margin dan meningkatkan kompetisi, Wei memembawa SF Express mencatatkan di bursa efek Shenzhen pada Februari 2017 lalu. Masuknya SF Express ke bursa ini dilakukan dengan cara backdoor listing. dengan mengakuisisi perusahaan logam. Aksi ini dilakukan untuk menghindari lamanya antrean ketika melakukan IPO.
Setelah IPO, harga saham SF Express Group naik tajam. Dus, harta kekayaan Wei pun kian tambun. Kenaikan saham ini didorong oleh pengumuman kinerja SF Express Group tahun 2016 yang bagus. Tercatat laba bersih perusahaan Wei ini sebesar US$ 377,5 juta, sedangkan pendapatan sebesar US$ 8,3 miliar.
(Bersambung)













