kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Raja Salman dan Putra Mahkota mengasingkan diri, Arab Saudi siaga tinggi corona


Jumat, 10 April 2020 / 08:48 WIB
Raja Salman dan Putra Mahkota mengasingkan diri, Arab Saudi siaga tinggi corona
ILUSTRASI. Raja Arab Saudi, Salman. Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS

Sumber: New York Times | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - RIYADH. Pangeran senior Saudi yang juga merupakan gubernur Riyadh dikabarkan sedang dalam perawatan intensif akibat virus corona. Tak hanya itu, ratusan anggota keluarga kerajaan lainnya juga jatuh sakit dengan gejala yang sama.

Berdasarkan memo internal yang dikirim oleh pejabat rumah sakit Saudi dengan label "siaga tinggi" yang diperoleh New York Times, dokter di rumah sakit elit yang merawat anggota klan Al-Saud sedang mempersiapkan sebanyak 500 tempat tidur untuk para bangsawan lain dan orang-orang terdekat mereka.  

"Arahan harus siap untuk V.I.P. dari seluruh negara," tulis operator fasilitas elit, Rumah Sakit Spesialis King Faisal, dalam peringatan, yang dikirim secara elektronik Selasa malam ke dokter senior. 

Baca Juga: Pengusaha Saudi diberi lampu hijau untuk memangkas upah dan jam kerja karyawan

"Kami tidak tahu berapa banyak kasus yang akan kami tangani, tetap waspada," kata pesan itu. Pesan itu juga menginstruksikan bahwa semua pasien kronis harus dipindahkan secepatnya dan hanya kasus mendesak utama yang akan diterima. Dikatakan setiap anggota staf yang sakit sekarang akan dirawat di rumah sakit yang kurang elit untuk memberikan ruang bagi para bangsawan.

Lebih dari enam minggu setelah Arab Saudi melaporkan kasus pertamanya, virus corona meneror jantung keluarga kerajaan kerajaan.

Baca Juga: Dubai berlakukan lockdown dua pekan, Jeddah lockdown di tujuh wilayah

Menurut seseorang yang dekat dengan keluarga kerajaan, sebanyak 150 bangsawan di kerajaan sekarang diyakini telah tertular virus, termasuk anggota dari klan yang lebih rendah.



TERBARU

[X]
×